Dahnil Curigai Upaya Adu Domba Kemhan-Mabes TNI Lewat Isu Alutsista

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 12:03 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Jakarta -

Juru bicara Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mencurigai ada upaya adu domba antara Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI (Mabes TNI). Dugaan adu domba ini terkait modernisasi alutsista.

"Dengan informasi dan statement yang menyatakan bahwasannya Kementerian Pertahanan tidak melibatkan Mabes TNI dan para asrena di angkatan, jelas informasi dan statement tersebut bagi kami penuh dengan motif politicking," kata Dahnil dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

"Penuh dengan tanda-tanda melakukan upaya disharmonisasi antara Kementerian Pertahanan, Mabes TNI dan angkatan," imbuhnya.

Dahnil menegaskan modernisasi alutsista melibatkan TNI sedari awal. Dia sangat menyayangkan upaya-upaya yang disebutnya sebagai adu domba.

"Karena sejak awal proses upaya melakukan modernisasi alutsista dengan berbagai formulanya itu pasti melibatkan Mabes TNI, pasti melibatkan 3 angkatan yang ada. Jadi statement-statement dan informasi-informasi yang terkesan mengadu domba, penuh dengan upaya disharmonisasi tersebut sangat tidak benar," kata Dahnil.

Kemhan berencana membeli alusista melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam). Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan masih menggodok rencana pembelian alutsista tersebut.

"Ini sedang digodok. Sedang direncanakan," kata Prabowo usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6).

Modernisasi Alutsista Mutlak Dilakukan

Rencana pemerintah memodernisasi Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) TNI yang sudah tua dan usang dinilai sebagai bagian dari pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) yang merujuk pada rencana strategis (renstra).

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi) Rizal Darma Putra, pemerintah melalui rancangan strategis percepatan peremajaan Alutsista yang kini sedang disusun akan memiliki kepastian investasi pertahanan selama 25 tahun.

"Modernisasi alutsista mutlak dilakukan. Pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan rencana investasi pertahanan 25 tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Simak video 'Prabowo soal Anggaran Rp 1,7 Kuadriliun: Banyak Alutsista Sudah Tua':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)