Selain Ancaman Tsunami Jawa Timur, Ini Daftar Potensi Bencana di RI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 11:34 WIB
Ilustrasi tsunami
Ilustrasi tsunami (dok. Thinkstock)
Jakarta -

Delapan kabupaten di Jawa Timur disebut berada dalam bayangan ancaman tsunami. Prediksi atau pemodelan terkait ancaman tsunami dan gempa ini juga pernah dikeluarkan untuk daerah lain.

Sebagaimana diketahui, BMKG menyebut ada peningkatan aktivitas kegempaan di Jawa Timur. Selain itu, ada sejumlah wilayah yang berpotensi tsunami jika dilanda gempa yang cukup besar.

Tak hanya kali ini saja ada pemodelan dan prediksi soal ancaman tsunami. Berikut ini kajian dan pemodelan terkait ancaman tsunami di berbagai daerah:

1. Ancaman Tsunami 57 Meter di Pandeglang

Peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko pernah membuat kajian yang mengungkap potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang, Banten. Tsunami ini juga berpotensi akan mencapai Jakarta Utara. Namun, itu semua masih bersifat kajian awal dari simulasi model komputer yang masih perlu dikaji lagi, untuk keperluan antisipasi dan mitigasi bencana.

Widjo mengatakan tsunami itu bisa terjadi karena di Jawa Barat tengah berpotensi terjadi gempa megathrust di daerah subduksi di selatan Jawa dan Selat Sunda. Salah satu contoh dampak gempa megathrust ini adalah adanya gempa di Banten pada akhir Januari 2018. Apabila kekuatan gempa mencapai 9 skala Richter di kedalaman laut yang dangkal, tsunami besar akan terjadi.

"Di Jawa Barat itu sumber gempa besar. Di situ bisa dikatakan di selatan bisa mencapai 8,8 Magnitudo atau 9 sehingga kaidah umum kalau di atas 7 Magnitudo dan terjadi di lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah sana (Pandeglang)," kata Widjo di gedung BMKG, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Widjo menyampaikan ini dalam diskusi sumber-sumber gempa bumi dan potensi tsunami di Jawa bagian barat. Peneliti LIPI Danny Hilmam Natawidjaya, peneliti ITB Irwan Meilano, dan peneliti Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Imam Suardi.

Apabila gempa dari gesekan megathrust terjadi, tsunami tertinggi berpotensi bisa terjadi di Pandeglang karena merupakan kabupaten paling dekat dengan laut selatan. Masih dalam syarat yang sama, dalam hitungan setengah jam, tsunami diperkirakan akan mencapai daratan Kabupaten Pandeglang.

"Lha ini hasilnya, (menunjukkan paparan daerah yang berpotensi terkena tsunami dalam skenario simulasi-red) ini adalah hasil tsunami dari skenario tadi, ketinggiannya cukup spektakuler. Terutama untuk skenario 5-6. Kemudian yang di bawah lebih tinggi lagi. Ada yang 50 meter dan bahkan mungkin lebih," ujar Widjo dalam pemaparannya.

Kendati demikian, kajian ini justru menjadi polemik. Akhirnya, BPPT meminta maaf atas hasil pemodelan tentang tsunami di Pandeglang, Banten. BPPT menjelaskan pemodelan itu seharusnya untuk konsumsi akademis.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberitaan ini. Permohonan maaf BPPT kepada masyarakat Indonesia yang terdampak sekiranya hasil studi awal potensi tsunami di Jawa Bagian Barat, yang seharusnya hanya untuk konsumsi akademis ini, telah membuat keresahan masyarakat," tulis BPPT dalam pernyataan tertulisnya.

2. Ancaman Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jabar

Tim riset ITB juga pernah menyampaikan hasil risetnya soal ancaman tsunami pada 2020. Tsunami diperkirakan terjadi disepanjang pantai selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur. Riset ini juga memakai data dari BMKG dan GPS.

Peneliti ITB Sri Widiyantoro menjelaskan tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi bersamaan.

Berdasarkan permodelan skenario kebencanaan yang dibikin para ilmuwan ITB, tsunami besar itu terjadi bila segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan.

"Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar (megathrust) pada masa mendatang. Untuk menilai bahaya inundasi, pemodelan tsunami dilakukan berdasarkan beberapa skenario gempa besar di sepanjang segmen megathrust di selatan Pulau Jawa. Skenario terburuk, yaitu jika segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan," kata Sri saat dihubungi detikcom, Kamis (24/9).

Sementara itu, BMKG menegaskan kajian dibuat bukan untuk menimbulkan kecemasan, tapi agar semua pihak waspada dan sebagai upaya penguatan sistem mitigasi bencana.

"Sebagai negara berpotensi rawan bahaya gempa bumi dan tsunami, penelitian/kajian gempa bumi dan tsunami di Indonesia perlu selalu didorong dengan tujuan bukan untuk menimbulkan kecemasan dan kepanikan masyarakat, namun untuk mendukung penguatan sistem mitigasi bencana," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2020).

"Sehingga kita dapat mengurangi atau mencegah dampak dari bencana itu, baik jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan bangunan dan lingkungan," lanjutnya.

Simak video 'Sejumlah Wilayah RI Berpotensi Hujan Lebat-Angin Kencang':

[Gambas:Video 20detik]