IMI Ingin Bangun Sirkuit Kelas Internasional di Lagoi Bintan

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 10:38 WIB
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pembangunan jembatan Bintan-Batam yang akan menghubungkan Pulau Bintan dan Pulau Batam, Kepulauan Riau bisa segera dilaksanakan.

Menurutnya pembangunan tersebut akan membawa manfaat besar bagi perekonomian daerah setempat, khususnya rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus, pelabuhan peti kemas, kawasan industri di Tanjung Sauh, serta pengembangan pariwisata.

"Pembangunan jembatan Bintan-Batam akan memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau, mengurangi biaya transportasi dan waktu tempuh orang serta barang," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Usai meninjau kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (3/6), Ketua DPR RI ke-20 ini mengatakan Bintan merupakan salah satu wilayah yang sangat cocok untuk pengembangan sport tourism maupun adventure tourism.

Bintan dinilai memiliki pesona alam yang indah serta didukung infrastruktur penunjang yang memadai.

"Tidak salah jika IMI bersama pemerintah daerah Kepri berencana membuat sirkuit balap internasional di Lagoi Bintan. Sirkuit Lagoi ini nantinya akan dipergunakan untuk berbagai ajang dan kegiatan otomotif. Mulai dari balap motor Formula 1, Moto GP, hingga balap mobil internasional," terang Bamsoet.

Terkait pembangunan sirkuit balap Lagoi, Ketua Umum IMI ini menyebut pihak Bintan Resort telah menyiapkan lahan seluas 250 hektare. Keberadaan sirkuit internasional tersebut diyakini mampu menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Lagoi.

"Lokasi Bintan yang bersinggungan dengan Singapura dan Malaysia sangat strategis untuk dibuat sirkuit internasional. Apalagi saat ini banyak pemilik mobil sport Singapura dan Malaysia masih menggunakan jalur perbatasan antara Singapura dan Johor Bahru Malaysia untuk bermain. Sebab, sirkuit khusus mobil sport tidak ada di sana," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini yakin dengan dibangunnya sirkuit internasional Lagoi pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat. Sebab saat ini sekitar 60 persen PAD Bintan berasal dari sektor wisata.

"Bintan telah memiliki 2.000 kamar hotel yang siap menampung wisatawan dalam dan luar negeri. Salah satu hotel yang sangat unik adalah kapal pesiar Doulos Phos yang disulap menjadi hotel, bernama Doulos Phos The Ship Hotel. Kapal berusia lebih dari 105 tahun ini memiliki 104 kamar dengan beragam fasilitas mulai dari restoran, kolam renang, bar hingga tempat spa," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)