Eks Direktur Garuda Dituntut 12 Tahun Penjara di Kasus Suap dan TPPU

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 20:29 WIB
Jakarta -

Mantan Direktur Teknik PT Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno, dituntut pidana penjara 12 tahun. Jaksa menyebut terdakwa Hadinoto terbukti bersalah menerima suap jutaan dolar yang nilainya mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Hadinoto menerima suap itu terkait pengadaan serta perawatan pesawat di PT Garuda.

"Menyatakan terdakwa Hadinoto Soedigno terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang," kata jaksa penuntut umum KPK, Ni Nengah Gina Saraswati, dalam sidang tuntutan yang dibacakan di PN Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021).

Jaksa menuntut terdakwa berupa hukuman pidana 12 tahun penjara. Perbuatan terdakwa diyakini melanggar Pasal 12 huruf a UU KPK jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan kedua.

"Menjatuhkan pidana terhadap Hadinoto Soedigno berupa pidana penjara selama 12 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 10 miliar subsider 8 bulan kurungan," kata JPU.

Selain itu, jaksa menuntut terdakwa Hadinoto Soedigno dengan pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar USD 2.302.974,08 dan uang sebesar EUR 477.540 atau setara dengan SGD 3.771.637,58 atau setidak- tidaknya jumlah yang senilai dengan nilai itu selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Adapun SGD 3.771.637,58 jika dikonversikan terhadap mata uang rupiah dengan kurs Rp 10.793,64 saat ini senilai Rp 40.709.698.248,991.

"Jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya di sita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana selama 6 tahun," lanjut jaksa.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan terdakwa berbelit-belit. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Dalam perkara ini, jaksa meyakini terdakwa Hadinoto melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama Emirsyah Satar selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 (yang perkaranya telah diputus dan berkekuatan hukum tetap) dan Capt Agus Wahjudo menerima hadiah atau janji berupa uang.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2