Pengamanan Condy Langgar Protokoler Internasional
Rabu, 15 Mar 2006 15:30 WIB
Jakarta - Pengamanan terhadap Menlu AS Condoleezza Rice dianggap melecehkan kedaulatan RI dan melanggar ketentuan protokoler yang berlaku secara internasional. Deplu pun diminta mengeluarkan nota protes."Ini sama saja mengatakan Indonesia tidak aman. Kalau di negara-negara perang silakan dia bawa pasukan, tapi ini negara damai. Konvensi dan hukum internasional telah dilanggar," ujar anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Rabu (15/3/2006).Bodohnya lagi, imbuh dia, pemerintah pun mengikuti sikap paranoid AS dengan turut menerjunkan 1.500 personel kepolisian untuk mengamankan lajang kelahiram Birmingham 1954 itu.Sikap berlebihan pemerintah AS itu ditandai dengan turut sertanya pasukan militer AS yang berseragam dan membawa senjata secara terbuka untuk mengamankan Menlunya itu.Yuddy mempertanyakan, apakah kedatangan militer AS itu atas sepengetahuan Mabes TNI atau tidak. Karenanya, atas nama komisi I, Yuddy meminta Mabes Polri, Mabes TNI, Deplu, dan Dephan memberikan klarifikasi atas hal itu."Nanti kita akan pertanyakan dan akan kita permasalahkan ini," ujar Yuddy. Pengamanan Condy memang luar biasa. Sedikitnya 1.500 personel diturunkan di tempat-tempat yang dikunjungi Condy, seperti Istana Negara, Deplu, Depkeu, JCC dan Madrasah Al Ma'mur. Tidak hanya melibatkan personel lokal saja, pemerintah AS juga menurunkan pasukan khusus dari negerinya untuk mengawal Condy. Marinir AS dilengkapi senjata laras panjang yang canggih.
(umi/)











































