Peringati Hari Konsumen, KPK Demo Tolak TDL
Rabu, 15 Mar 2006 15:14 WIB
Yogyakarta - Memperingati Hari Hak-hak Konsumen Dunia, puluhan orang yang tergabung dalam KPK menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL). KPK yang ini bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tapi Koalisi Perlindungan Konsumen (KPK). Aksi yang digelar KPK Yogyakarta hari ini, Rabu (15/3/2006) diawali dari perempatan Tugu Yogyakarta menuju gedung DPRD dan kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro dan berakhir di perempatan Kantor Pos Besar di Jl Senopati.Koordinator aksi KPK Yogya, Nanang Ismuhartoyo, dalam orasinya mengatakan, rencana kenaikan TDL yang akan diberlakukan pemerintah dalam waktu dekat ini akan melukai hati rakyat. Sebab dampak kenaikan BBM sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat menurun masih terasa dan belum hilang dari ingatan.Nanang mengatakan sejak awal pihaknya menolak rencana kenaikan TDL. Pasalnya PLN tidak pernah berlaku transparan. PLN sebagai pihak yang mengajukan kenaikan cenderung menutup diri dan selalu menyatakan pemerintahlah yang ingin menaikkan TDL.Alasan defisit keuangan selalu jadi alasan untuk menaikkan. Namun terbukti hasil audit BPK Februari 2006 jumlah defisit tidak sebesar seperti yang dilaporkan PLN."Masyarakat sebagai konsumen tidak bisa seenaknya dipermainkan baik oleh PLN," kata Nanang. Menurut dia, masih adanya defisit tidak menutup kemungkinan akibat PLN tida efisien dalam pengelolaan keuangan. "Contohnya kasus bagi-bagi duit oleh Dirut PLN ke jajaran direksi hingga miliaran rupiah tahun 2005 lalu," katanya.Dia mengatakan, selama ini kenaikan TDL juga tidak pernah diikuti peningkatan kualitas layanan yang memadai dari PLN. Contohnya kasus-kasus kesalahan pencatatan meteran, listrik mati tanpa ada pemberitahuan, tegangan tidak stabil hingga merusakkan sejumlah peralatan rumah tangga milik masyarakat tanpa ganti rugi dll. "Semua itu merugikan konsumen, tetapi tidak pernah dihiraukan oleh PLN," tegas Nanang.
(nrl/)











































