Cabut Dukungan ke Bupati Alor, Seberapa Kuat PDIP di DPRD?

Idham Khalid - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 12:07 WIB
Media sosial dihebohkan dengan aksi marah-marah Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Amon Djobo kepada staf Kementerian Sosial (Kemensos). Kemarahan Amon Djobo terkait bansos Program Keluarga Harapan (PKH). Bupati usungan PDIP itu pun singgung menteri bolot.
Media sosial dihebohkan oleh aksi marah-marah Bupati Alor, NTT, Amon Djobo kepada staf Kemensos. (Tangkapan layar)

Sementara itu, Amon Djobo menyatakan pencabutan dukungan PDIP merupakan hak dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. "Itu sah-sah saja, itu hak dari PDIP namun saya sangat menyesalkan hal tersebut," kata Amon seperti dilansir Antara, Kamis (3/6/2021).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan pencabutan dukungan dari PDI Perjuangan terhadap dirinya setelah viral video memarahi staf Kementerian Sosial berkaitan dengan penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di kabupaten itu. Amon menyesalkan bahwa kebersamaan dirinya dengan PDI Perjuangan, yang sudah lama terjalin dengan baik, harus terhenti

Bupati Alor tak menyangka PDI Perjuangan akan terpengaruh oleh rekaman video yang sebenarnya diunggah tidak secara utuh, hanya mengambil saat dirinya memarahi staf Kemensos. Ia mengaku, dalam video viral itu, dirinya sama sekali tak pernah menyebutkan PDI Perjuangan.

"Jadi kemarahan saya itu karena adanya tata kelola penyaluran bantuan sosial kepada korban bencana Seroja yang dilakukan Kemensos," kata dia.

Ia mengaku sebenarnya kasus memarahi staf Kemensos dan menyebut Menteri Sosial itu terjadi pada April lalu, bahkan dirinya sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Mensos saat ke Alor beberapa waktu lalu.

Terkait surat pencabutan dukungan itu, Amon mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang pencabutan rekomendasi atau dukungan mereka terhadap bupati dua periode itu.


(idh/tor)