Bupati Alor Ngaku Sudah Minta Maaf ke Risma, Jelaskan Maksud Kemarahan

Antara - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 11:11 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dipimpin oleh Presiden Koko Widodo (Jokowi) di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, (1/6/2021).
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Foto: dok. Kemensos)
Kupang -

Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo tak menyangka PDI Perjuangan akan terpengaruh oleh rekaman video soal bantuan bencana. Menurutnya, video itu sebenarnya diunggah tidak secara utuh, hanya diambil saat ia memarahi staf Kemensos.

Dia mengaku, dalam video viral itu, dirinya sama sekali tak pernah menyebutkan PDIP. Dia menjelaskan marahnya tersebut soal tata kelola penyaluran bantuan sosial.

"Jadi kemarahan saya itu karena adanya tata kelola penyaluran bantuan sosial kepada korban bencana Seroja yang dilakukan Kemensos," kata Amon seperti dilansir Antara, Kamis (3/6/2021).

Ia mengaku sebenarnya kasus memarahi staf Kemensos dan menyebut Menteri Sosial itu terjadi pada April lalu, bahkan dirinya sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Mensos saat ke Alor beberapa waktu lalu.

Amon Djobo menyatakan pencabutan dukungan PDIP merupakan hak partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Namun dia menyesalkan pencabutan dukungan itu.

"Itu sah-sah saja, itu hak PDIP. Namun saya sangat menyesalkan hal tersebut," kata Amon.

Hal ini disampaikan berkaitan pencabutan dukungan PDI Perjuangan terhadap dirinya setelah viral video memarahi staf Kementerian Sosial berkaitan dengan penyaluran bantuan untuk korban bencana alam di kabupaten itu.

Amon menyesalkan kebersamaan dirinya dengan PDI Perjuangan, yang sudah lama terjalin dengan baik, harus terhenti.

Terkait surat pencabutan dukungan itu, Amon mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari DPP PDI Perjuangan tentang pencabutan rekomendasi atau dukungan mereka terhadap bupati dua periode itu.

Meskipun dukungan dicabut, katanya, saat ini masih ada 14 kursi DPRD Alor yang mendukung posisinya sebagai kepala daerah. Sementara itu, PDI Perjuangan Alor hanya memiliki empat kursi di DPRD Alor.

Sebelumnya, anggota DPR RI asal Dapil NTT 1 Flores Lembata dan Alor Andreas Hugo Parera menyatakan DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan kepada Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo, setelah viral video yang bersangkutan memarahi anak buah Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Surat pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDI Perjuangan pada November 2017 sempat mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk maju pada Pilkada Alor 2018," katanya.

Melalui surat pencabutan dukungan ini, DPP menginstruksikan DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD setempat untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Alor.

Simak video 'Buntut Bupati Alor Marahi Staf Risma Bikin PDIP Cabut Dukungan':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)