Pelajar Keluyuran di Rental Play Station Dirazia
Rabu, 15 Mar 2006 14:52 WIB
Yogyakarta - Pelajar keluyuran saat jam sekolah memang bikin geregetan. Karena itulah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta merazia pelajar bandel itu.Beberapa siswa ketangkap basah saat bermain di sebuah rental Play Station (PS), Game Station dan tempat keramaian di Kota Pelajar itu.Namun saat merazia di kawasan Malioboro Mall dan sekitar Jalan Malioboro justru tidak menemukan pelajar yans membolos. Bahkan ketika para petugas masuk di tempat arena bermain, tidak ada satu pun pelajar yang sedang bermain. Tempat tersebut masih sepi pengunjung, hanya beberapa orang karyawan dan satpam.Razia pelajar yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat hari ini, Rabu (15/3/2006) juga melibatkan anggota Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Yogyakarta dan anggota Binmas Poltabes Yogyakarta. Selain di mall dan rental PS, razia juga dilakukan di berbagai tempat yang sering dijadikan tempat pelajar untuk membolos seperti kawasan Kridosono dan Stadion Mandala Krida.Pelajar yang terjaring operasi langsung ditanya identitas dan asal sekolahnya. Bila ketahuan benar-benar membolos, petugas tidak hanya memberikan nasihat atau wejangan saja. Pihak sekolah dan orangtua akan diberitahu melalui surat agar siswa/murid yang bersangkutan dapat dibina dengan baik.Operasi ini juga digelar di rental PS dan Game Station di kawasan Jalan C. Simanjuntak, Terban. Sebanyak 7 pelajar yang tertangkap masih mengenakan seragam sebuah SMU. Mereka langsung didata identitas dan asal-usul sekolahnya. Saat tertangkap petugas, ada pelajar yang sempat ketakutan dan hendak melarikan diri. Tapi dia berhasil dihalangi.Ketua tim operasi dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Samsuri, mengatakan, operasi terhadap pelajar yang keluyuran saat jam sekolah di KotaYogyakarta rutin dilakukan. Tujuannya untuk meminimalkan angka kenakalan remaja termasuk tawuran antar-sekolah. "Rutin sebulan sekali kita lakukan operasi dan ini sudah kita sosialisasikan kepada semua sekolah. Tidak hanya pelajar yang ketangkap saja yang ditanya,sekolah yang bersangkutan juga kita cross check," katanya. Menurut dia, pelajar yang terkena operasi langsung dibina dan diberikan pengarahan. Selain itu pihak sekolah dan orangtua murid juga akan diberitahumelalui surat resmi."Semua akan kita laporkan ke sekolah masing-masing. Kalau ada yang dari luar Kota Yogya seperti Bantul, Sleman atau Purworejo misalnya, kami juga akanmenyurati dan memberitahukannya," beber Samsuri.Untuk saat ini, pelajar yang tertangkap masih dibina dan diberi pengarahan saja oleh petugas. Namun ke depan, Dinas Pendidikan akan meminta agar sekolah dapat memberi sanksi kepada pelajar yang membolos dan keluyuran. "Kita ingin Yogya bersih dari pelajar yang bolos," tegas Samsuri.
(nrl/)











































