Demo Tolak Modal Asing
Gatotkaca Di-KO Setan AS
Rabu, 15 Mar 2006 14:00 WIB
Yogyakarta - Demo menolak modal asing di Indonesia kembali marak. Puluhan mahasiswa tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi menolak kehadiran PT Freeport, Caltex dan Newmont.Dalam aksi hari ini, Rabu (15/3/2006) diawali dari Perempatan Tugu Yogyakarta. Aksi itu juga diwarnai happening art yang cukup menarik. Empat orang masing-masing berperan sebagai tokoh wayang Gatotkaca lengkap mengenai topi kuluk dan sayap dari kertas karton, seorang berpakaian rumbai-rumbai seperti orang primitif di film-film, satu seorang berperan sebagai setan asing dan seorang lagi mengenakan jas berperan sebagai pejabat/pengusaha asing. Dalam happening art itu, digambarkan Gatotkaca dan orang primitif itu tidak berdaya menghadapi tekanan dua orang asing yang hendak menguasai Indonesia. Saat terjadi dialog, sempat membuat para wartawan dan penonton tertawa terpingkal-pingkal. Utamaya saat Gatokaca ditanya oleh sang setan mengenai jati dirinya."Siapa kamu," tanya setan asing."Aku Gatotkaca," jawabnya.Jawaban itu 'direcoki' oleh orang yang berperan sebagai pengusaha. "Gatotkaca kok kurus. Kamu itu Janoko. Gatotkaca itu gagah, berotot, tidak kurang gizi.""Janoko itu artinya (orang-orang) di Jakarta itu Norak dan Kampungan," imbuh si pengusaha.Tak kalah akal, si Gatotkaca itu kemudian menjawab bila dirinya kurus ini akibat bumi Indonesia sudah habis dieksploitasi oleh negara asing.Dalam orasinya koordinator aksi, Adi RP, mengecam pemerintahan SBY yang mau tunduk kepada kekuatan modal asing dalam bentuk Trans National Corporation (TNC) dan Multi National Corporation (MNC). Akibatnya pemerintah tidak punya kemandirian dan terus didikte asing terutama lembaga-lembaga utang. "Katanya memberi bantuan, tapi kok ujung-ujungnya utang yang terus menumpuk. Tahun ini sudah ada utang sebesar 7,3 miliar AS dari CGI dan 1 miliar dari Jepang," kata Adi.Demikian pula dengan perusahaan asing seperti PT Freeport yang sudah 39 tahun mengeksploitasi Papua sehingga mengakibatkan kerusakan alam tapi tidak ada yang memberikan kesejahtaraan bagi rakyat. Demikianpula dengan ladang-ladang minyak di berbagai daerah juga disedot oleh perusahaan asing. "Sekarang Blok Cepu milik Pertamina 50 persen sahamnya pada tanggal 14 Maret kemarin juga dijual kepada ExxonMobil," sesalnya.Adi mengingatkan agar semangat Trikora (Tri Komando Rakyat) yang pernah dikumandangan oleh Soekarno agar dimaknai untuk merebut kembali semua milik rakyat Indonesia dari tangan asing. "Rebut kembali aset-aset rakyat yang telah dikuasai asing seperti Freeport, Exxon, Newmont dan lain-lain untuk membiayai pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat," katanya.Seusai berorasi, massa kemudian melanjutkan aksi menuju Kantor Pertamina Unit IV Yogyakarta di Jl Mangkubumi. Disepanjang jalan yang dilalui, mereka meneriakkan yel-yel "Amerika kita setrika, Inggris kita linggis dan Jepang kita tepang."Di Kantor Pertamina, massa kembali menggelar aksi orasinya. Dalam orasinya mereka mengecam Pertamina yang menjadi sarang para koruptor dan telah menjual aset Blok Cepu kepada ExxonMobil.
(nrl/)











































