Condy: Tak Adil Islam Dikaitkan dengan Terorisme

Condy: Tak Adil Islam Dikaitkan dengan Terorisme

- detikNews
Rabu, 15 Mar 2006 13:50 WIB
Jakarta - Menlu AS Condoleezza Rice menilai tidak adil bila mengaitkan aksi terorisme dengan agama Islam. Padahal Islam adalah agama yang memiliki toleransi tinggi dan merupakan salah satu agama yang berkembang sangat pesat di AS.Condy menyampaikan hal itu dalam pidato di depan Indonesian Council on World Affairs di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (15/3/2006).Selain soal agama, menteri yang masih single ini juga mengatakan, pemerintah AS akan terus berkomitmen untuk perang melawan terorisme. Caranya, membangun kerjasama pengamanan wilayah dengan negara-negara di Asia Tenggara."AS akan aktif berperang melawan terorisme terutama di wilayah Asia Tenggara. AS juga terus membangun komunikasi bilateral dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Karena dikhawatirkan jaringan terorisme di negara-negara ini akan semakin kuat," tuturnya.Dia yakin beberapa gerakan terorisme, seperti Abu Sayyaf dan Jamaah Islamiyah akan terus menyebar teror. Kelompok ini akan terus mencari kesempatan untuk melakukan aksi terorisme di semua wilayah di dunia, termasuk Asia Tenggara.Untuk itu, AS sudah bekerjasama dengan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia, untuk membangun jaringan pengamanan dan komunikasi bilateral."AS sangat ingin bekerjasama dengan ASEAN untuk membangun hubungan bilateral di negara-negara ASEAN. Dalam hubungan militer, AS telah lama bekerjasama untuk menanggulangi masalah teror seperti pembajakan di Selat Malaka," ungkapnya.Pujian LagiPujian pun kembali dikeluarkan Condy. Perempuan kelahiran Birmingham 1954 ini mengatakan, masyarakat AS bangga dengan langkah pemerintah RI yang membawa sejumlah pelaku teror ke pengadilan.Dia juga menjelaskan, dalam kunjungannya ke Indonesia, pihaknya telah bertemu dengan Presiden SBY dan para menterinya untuk membahas berbagai isu kedua negara dan menyatakan dukungannya yang terus berlanjut atas perkembangan demokrasi dan ekonomi di Indonesia.Dia juga menyatakan, komitmen kedua negara dalam memerangi terorisme dan upaya mencegah dan mengatasi ancaman flu burung dan meninjau kemajuan upaya pemulihan di Aceh akibat gempa dan tsunami. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads