Komisi I Ungkap Tantangan Jaga Ruang Udara RI tapi Alutsista Tak Memadai

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 13:17 WIB
Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari (Zhacky/detikcom)
Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengungkap tantangan ke depan menjaga ruang udara wilayah Indonesia. Kharis menilai tantangan Indonesia ke depan akan sangat berat karena kondisi alutsista di RI masih tidak memadai.

Kharis mengatakan pemerintah Indonesia harus berpikir keras untuk menghadirkan alutsista yang canggih dan modern demi menjaga ruang udara Indonesia yang luas. Luas ruang udara Indonesia ini mencapai 5,4 juta km.

"Tentu menjadi tantangan tersendiri, di mana alutsista kita yang kondisi riilnya masih sangat kurang. Mungkin kita punya beberapa fighter, tapi fighter kita juga masih kurang untuk dikatakan memadai," kata Kharis dalam Seminar Nasional Sinergitas Pengelolaan Ruang Udara Nasional Sekkau A-109, Rabu (2/6/2021).

Dia menyebut banyak pakar menilai bahwa Indonesia dalam 40 tahun ke depan tidak terlibat peperangan. Meski begitu, perencanaan untuk memperkuat pertahanan melalui penguatan dalam persenjataan.

"Salah satu untuk meniadakan perang adalah memperkuat persenjataan kita, orang menghitung kemampuan kita. Ketika kita lemah, maka orang dengan mudah melecehkan kita. Oleh karenanya saya kira pengamanan wilayah udara kita menjadi satu hal yang mutlak harus sangat kuat, bukan saja kuat, tapi harus sangat kuat," ucapnya.

Kharis membeberkan tantangan lainnya dalam menjaga ruang udara Indonesia ke depan. Menurutnya, hingga kini masih ada tumpang-tindih atas klaim ruang udara antara Indonesia dengan negara lain.

"Ini menjadi PR tersendiri sebagai mana tadi disampaikan salah satu adalah FIR (Flight Information Region) yang di atas Kepulauan Riau yang masih ada dikelola oleh Singapura. Di Kepri kita lihat, bayangkan bahwa Singapura negara yang kecil itu tapi menguasai ruang udara yang sekian luas dan sampai di atas Indonesia segala macam," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.