Siang Ini Kepala BNPB ke Kudus yang Jadi Zona Merah COVID-19

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 12:35 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito (kedua kiri) berbincang dengan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono (kanan), Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kedua kanan) dan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kiri) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5/2021). Letjen TNI Ganip Warsito meninjau fasilitas kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran perdana usai dilantik menggantikan pejabat lama Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Kepala BNPB Ganip Warsito (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta -

Kondisi perkembangan COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah (Jateng) cukup mengkhawatirkan. Kepala BNPB Letjan Ganip Warsito akan ke Kudus siang ini untuk memberikan bantuan penanganan COVID-19.

"Siang ini saya akan berangkat ke Kudus, siap. Karena memangnya seperti yang Bapak paparkan, sehingga saya perlu berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan Forkompimda di Semarang," kata Letjen Ganip dalam rapat Komisi VIII, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Letjen Ganip akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah dan Kudus. Ganip mengatakan BNPB akan melakukan asesmen untuk membuka kemungkinan didirikannya rumah sakit (RS) lapangan di Kudus.

"Lalu melanjutkan ke Kudus, kami akan melaksanakan koordinasi dengan Forkompimda di Kudus dan melakukan intervensi Pak, memberikan bantuan-bantuan, bahkan asesmen kemungkinan kita untuk mendirikan rumah sakit lapangan, penambahan tenaga medis, dan alat masker, dan hal lain dibutuhkan di sana Pak," ujar Ganip.

Ganip mengatakan BNPB akan mengurai permasalahan penangan COVID-19 di Kudus. Usai dari Kudus, Letjen Ganip akan melanjutkan perjalanan ke Cilacap untuk meninjau vaksinasi pada Jumat dan Sabtu.

"Insyaallah kedatangan kami di sana bisa mengurai kesulitan yang selama ini dihadapi pemerintah daerah," imbuhnya.

Simak video 'Sederet Varian Baru COVID-19 Pengaruhi Efikasi Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)