Tindak Lanjut Pertemuan dengan Andre Rosiade, Menteri KP Kunjungi Sumbar

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 12:02 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono, saat tiba di Sumbar (Jeka-detikcom)
Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono saat tiba di Sumbar (Jeka/detikcom)
Padang -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono memulai kunjungan 3 hari di Sumatera Barat (Sumbar). Trenggono mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan 9 Kepala Daerah di Sumatera Barat yang dikoordinasi anggota DPR-RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade.

"Ada sembilan Kepala Daerah yang berkunjung ke kantor kami di Jakarta, yang dibawa anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, ke kantor kami di Jakarta. Kami berdiskusi banyak hal saat itu dan ini merupakan tindak lanjut pertemuan itu. Saya ingin melibat secara langsung," kata Trenggono di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (2/6/2021).

Dia menyebut ada sejumlah usulan program kerja dari kepala daerah tersebut. Dia mengatakan bakal memanfaatkan berbagai potensi untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di Sumbar.

"Kita kolaborasikan semua potensi untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di Sumbar. Potensi laut di pesisir Sumbar sangat besar, tinggal bagaimana bisa kita optimalkan. Salah satunya dengan bekerja sama dengan investor. Jika ini terjadi maka akan ada banyak manfaatnya. Pertama, nelayan bisa naik kelas dan kedua perekonomian sekitar bisa berkembang," kata Trenggono.

Trenggono bakal mengunjungi Pelabuhan Bungus untuk mengkaji pengembangan pelabuhan. Dia juga bakal melihat budidaya ikan di lokasi itu.

"Jadi ini kampung-kampung nelayan, kampung budidaya yang akan kita kembangkan. Tapi ini skalanya harus besar. Saya juga diskusi dan meminta kepala dinas disini dan dirjen saya untuk bagaimana menjadikan ini sebagai budi daya yang nilainya besar, sehingga tingkat kemiskinan nelayan dan budi daya itu bisa berubah dan pendapatannya meningkat. Itu harapan saya," kata Trenggono.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, memboyong 9 kepala daerah dari Sumbar bertemu dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono. Pertemuan digelar pada Selasa (13/4).

Para pemimpin daerah yang bertemu Trenggono di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta itu adalah, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Wali Kota Sawah Lunto Deri Asta, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, dan Bupati Solok Zul Elfian Umar.

"Alhamdulillah hari ini kami bersama sembilan kepala daerah di Sumbar bisa bertemu dengan Pak Menteri Trenggono. Sumbar memiliki garis pantai yang cukup panjang. Kami ingin ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan di Sumbar," kata Andre.

Andre menyampaikan adanya kebutuhan cold storage yang dikelola pemerintah daerah. Selama ini, katanya, cold storage yang ada dikelola oleh swasta. Dengan adanya cold storage, Andre berharap Sumbar mampu menjadi daerah pengekspor produk perikanan.

"Aspirasi nelayan kita butuh cold storage yang dikelola pemerintah. Semoga dengan adanya cold storage ke depan kita bisa ekspor langsung ke luar negeri. Sebab, pertanian sudah bisa, selama ini manggis kita bisa ekspor," kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu.

Para kepala daerah juga menyampaikan kesiapan berkolaborasi dengan KKP. Dari upaya mendatangkan investor untuk pengembangan wisata bahari di Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan, kebutuhan sarana tangkap ikan serta pembangunan pasar ikan di Kabupaten Padang Pariaman, hingga pemanfaatan danau bekas tambang batu bara di Kota Sawah Lunto dan Kabupaten Sijunjung untuk budi daya ikan.

Selain itu, ada upaya mencegah kepunahan Ikan Bilih, ikan endemik Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, yang kini terancam punah. Lalu kebutuhan untuk pembibitan ikan air tawar di Kabupaten Sijunjung, pemberdayaan usaha perikanan di Kota Padang Panjang, hingga kesiapan Kota Bukittinggi menjadi tuan rumah kegiatan kuliner berbahan ikan.

(haf/haf)