Waket MPR Dorong Penerbangan Internasional ke Bali Dibuka, Asal...

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 09:03 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengatakan pada kuartal kedua tahun 2021 perekonomian Bali masih rawan akibat pandemi COVID-19. Jumlah penumpang pesawat menuju Bali serta tingkat hunian hotel masih minim. Sejumlah kios juga tampak tutup karena menurunnya jumlah turis secara drastis seiring dengan masih ditutupnya penerbangan internasional.

"Saya rasa upaya pemerintah tersebut merupakan sesuatu yang baik untuk menjaga masyarakat agar pandemi tidak menyebar lebih luas. Namun, di sisi lain dampaknya sangat dirasakan rakyat," katanya dalam keterangannya, Rabu (2/6/2021).

Usai bertemu dengan Rektor Universitas Udayana (UNUD) Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S (K), di Kampus UNUD, Jimbaran, pada Senin (31/5), Fadel menyebut diperlukan terobosan dalam rangka menyelamatkan ekonomi daerah. Apalagi sudah dua tahun lebih pandemi menyengsarakan masyarakat.

"Saya kira perlu ada tindakan luar biasa untuk menyelamatkan perekonomian rakyat sekaligus menjaga rakyat dari pandemi," ujarnya.

Dia pun menyarankan agar pemerintah kembali membuka penerbangan internasional agar turis mancanegara bisa berlibur di Bali. Dengan harapan kedatangan turis tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Tentu usulan saya ini mesti diawali dengan melihat perkembangan perluasan penyebaran pandemi serta dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tuturnya.

Menurutnya penerapan prokes ketat bukan hanya ditujukan bagi para turis asing, melainkan juga kepada masyarakat lokal terutama pelaku wisata.

"Saya optimistis Bali mampu menekan penyebaran pandemi sebab rakyat Bali sangat patuh dalam melaksanakan prokes termasuk mengikuti program vaksinasi COVID," ujarnya.

Lebih lanjut Pimpinan MPR dari Kelompok DPD RI ini mencontohkan negara Rusia yang kini sudah membuka penerbangan internasional dengan dibarengi protokol kesehatan yang ketat. Hasilnya, laju perekonomian negara tersebut lambat laun tumbuh. Masyarakat Rusia pun kembali melakukan aktivitas ekonomi dengan baik.

"Kita bisa belajar dari negara Rusia itu. Pemerintahnya sangat baik dalam menjaga masyarakatnya dan rakyatnya sangat mendukung," paparnya.

Diungkapkannya, tes PCR di Rusia diberikan secara gratis. Masyarakat juga dilayani melalui klinik-klinik yang tersebar di penjuru negeri.

"Program vaksinasi COVID mereka bahkan sampai masuk ke mal-mal dan pusat-pusat publik lainnya. Bahkan ada yang unik, pemerintah memberikan insentif kepada warganya yang mau divaksin dengan memberikan es krim secara gratis," katanya.

Intinya, lanjut Fadel, untuk menghadapi pandemi COVID-19 dan semua dampaknya perlu sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta rakyatnya.

"Untuk saya sendiri sebagai Pimpinan MPR, jika ada kesempatan bertemu dengan Bapak Presiden, maka saya akan sampaikan ini, saya akan mendorong pemerintah untuk melakukan yang terbaik buat rakyatnya," pungkasnya.

Simak juga 'Menparekraf: Bali Alami 3 Kali Peningkatan Pengunjung Sejak Ada WFB':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)