MUI: Otak Pembuat Pertanyaan TWK KPK Pilih Al-Qur'an atau Pancasila Tak Sehat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 07:32 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Anwar Abbas (Foto: mui.or.id)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) pilih Al-Qur'an atau Pancasila. MUI menilai otak pembuat pertanyaan itu tidak sehat.

"Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ketika dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Anwar menilai si pembuat pertanyaan itu tidak mengerti Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Penguji TWK, kata Anwar, tidak layak karena pertanyaannya salah.

"Pasal 29 ayat 1 (UUD 45) artinya negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa artinya negara tidak boleh mengabaikan ajaran agama Islam, dalam hal ini adalah kitab suci Al-Qur'an. Menurut saya itu tes (TWK) harus dibatalkan karena pertanyaannya tidak benar, pertanyaannya bertentangan dengan undang-undang Dasar 45," tegas Anwar.

Gedung baru KPKGedung baru KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Menurutnya, si pembuat pertanyaan pilih Al-Qur'an atau Pancasila hendak memisahkan kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara. Padahal, Indonesia sendiri punya hukum dasar.

Ia merasa perlu ada tim independen yang menyelidiki dan memeriksa pembuat soal TWK. "Yang buat soalnya diinterogasi oleh tim yang independen termasuk di dalamnya harus ada ulama, karena dia menyerempet mendapat masalah agama," jelasnya.

Jika terbukti bersalah, maka pembuat pertanyaan pilih Al-Qur'an atau Pancasila harus ditindak segera. Karena kesalahan yang dibuat, nilai Anwar, cukup fatal.

"Karena menghukum orang dan tidak lulus kan orang dengan pertanyaan yang salah. Fatal itu apalagi itu menyangkut nasib hidup orang banyak," imbuhnya.


Muhammadiyah: Pertanyaan Aneh!

Muhammdiyah turut memberikan pendapat soal pertanyaan TWK pilih Al-Qur'an atau Pancasila. Menurut, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, pertanyaan tersebut aneh.

"Memang pertanyaan yang aneh dan serba salah," jelas Dadang.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang KahmadKetua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad (Foto: dok. Muhammadiyah)

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Simak video 'Ketua KPK Heran Ada Anggapan Singkirkan Pegawai Lewat TWK':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2