Kasus COVID-19 Naik, Waket MPR Soroti Kedisiplinan Prokes

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 18:33 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti potensi peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 akibat mobilitas masyarakat selama pandemi. Menurutnya, membangkitkan kesadaran bersama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan perlu menjadi program utama para pemangku kepentingan dan masyarakat.

"Data yang menunjukkan ribuan orang terpapar COVID-19 saat arus balik Lebaran tahun ini, sekali lagi menunjukkan bahwa pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lain berpotensi meningkatkan penyebaran virus Corona," kata Lestari dalam keterangannya, Selasa (1/6/2021).

Berdasarkan data Korlantas Polri yang dia kutip, selama operasi penyekatan pada arus balik Lebaran (15-31 Mei 2021) telah dilakukan swab antigen secara acak terhadap 357.883 orang dan didapati 1.466 kasus positif COVID-19.

Pihak Kepolisian juga mencatat 3,4 juta kendaraan keluar Jabodetabek dan 3,486 juta kendaraan masuk Jabodetabek selama arus mudik dan balik pada 12 April-31 Mei 2021.

Lestari menjelaskan meningkatnya penyebaran COVID-19 akibat mobilitas masyarakat juga dapat terkonfirmasi melalui data peningkatan jumlah keterisian rumah sakit di sejumlah daerah oleh pasien COVID-19.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, Lestari mengungkapkan di beberapa kabupaten/kota saat ini terjadi peningkatan keterisian rumah sakit. Adapun daerah tersebut antara lain Aceh, sebagian kabupaten/kota di Sumatra Barat, Kepulauan Riau dan Provinsi Riau, di Jambi, sebagian Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan sedikit di Sulawesi.

"Semua pihak, seharusnya belajar dari kasus peningkatan penyebaran COVID-19 yang terjadi pascalebaran tahun lalu," jelasnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini pun menjelaskan dari kasus sebelumnya, semua elemen bangsa seharusnya memahami bahwa mobilitas masyarakat berpotensi meningkatkan penyebaran virus Corona.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh pihak perlu disiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), serta menghindari kerumunan. Adapun upaya ini merupakan salah satu cara satu cara untuk menekan peluang penyebaran virus.

Meski demikian, hingga saat ini, Lestari menyebut membangkitkan kesadaran masyarakat untuk disiplin prokes masih menjadi persoalan. Bahkan, Lestari mengatakan masyarakat di sejumlah daerah masih menganggap COVID-19 tidak ada dan berkegiatan tanpa menerapkan prokes.

Hal ini tentunya menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam membangkitkan kesadaran prokes saat ini. Pasalnya, tanpa persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyikapi pandemi COVID-19, pengendalian penyebaran virus Corona di Tanah Air akan sulit direalisasikan.

(akd/ega)