Pimpinan DPR: Bila Nilai Pancasila Diabaikan, Bangsa Ini Mengkhawatirkan

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 09:30 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai menghadiri rapat Baleg DPR dengan Apindo perihal RUU Cipta Kerja, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (28/82020).
Sufmi Dasco Ahmad (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Hari ini merupakan peringatan Hari Lahir Pancasila. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengajak seluruh masyarakat lebih mengamalkan nilai Pancasila, bukan hanya menghafalkan.

"Pancasila tidak cukup hanya diperingati hari lahirnya dan jangan hanya dihafalkan, tetapi harus benar-benar dijalankan ajarannya. Jangan sampai mulut bicara Pancasila tetapi tindakan kerap menabrak nilai-nilai Pancasila," kata Dasco dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/6/2021).

Ketua Harian Partai Gerindra ini berpendapat, bila seluruh masyarakat dapat menghayati dan menjalani nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Indonesia dipercaya akan tumbuh menjadi negara yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur. Namun, bila tidak, menurutnya, Indonesia akan menjadi bangsa yang gagal.

"Sebaliknya, bila nilai-nilai Pancasila semakin diabaikan dalam kehidupan, bangsa ini akan menghadapi kondisi yang amat mengkhawatirkan dan terancam menjadi negara yang gagal," ujarnya.

Karena itu, Dasco mengajak kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjunjung tinggi ajaran nilai dalam Pancasila. Dengan hidup saling menghormati satu sama lain, serta mengedepankan musyawarah.

"Kita juga harus terbiasa menghadapi perbedaan dan saling menghormati satu sama lain. Kedepankan musyawarah dalam memecahkan suatu persoalan sebagaimana ajaran sila keempat," kata Dasco.

Terakhir, Dasco mengajak kepada masyarakat agar dapat saling membantu dan saling menguatkan di era pandemi yang sudah melanda lebih dari satu tahun ke belakang. Dasco yakin semangat gotong royong Indonesia akan menjadi negara yang berhasil mengatasi wabah COVID-19.

"Yang kuat bantu yang lemah, dan yang lemah jangan pernah menyerah. Dengan demikian, keadilan sosial akan tercipta sebagaimana mandat dari sila kelima," ujarnya.

(eva/gbr)