e-Life

Gimana Kalau Lihat Pelecehan Seksual Tapi Takut?

dtv - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 06:29 WIB
Jakarta -

Saat berada di ruang publik dan tidak sengaja menyaksikan kejadian pelecehan seksual di depan mata, kerap kali kita tidak tahu apa yang seharusnya kita lakukan. Menurut Bunga Astiti, Direktur Yayasan Samahita (@samahita_bdg), hal yang bisa kita lakukan sebagai bystander intervention adalah menegur langsung dan menanyakan kondisi korban.

"Entah misalnya dengan menegur langsung, atau misalnya paling penting sih nanyain kondisi korban, ya. Kayak korbannya apakah dalam kondisi terluka ya atau gimana?," jelas Bunga pada (28/05/21) di program e-Life.

Selain itu, hal yang bisa dilakukan adalah lihat situasi saat kejadian pelecehan seksual terjadi. "Dan setelah itu lihat situasi juga, kalo misalnya emang kita canggung dan kita lihat juga kenapa kita canggung. Apakah karena kita takut, kalau takut berarti mungkin kita sebaiknya tidak intervensi karena mungkin takutnya karena kita ada, maksudnya kita bukan situasi yang aman juga untuk menegur," tambah Bunga.

Jika timbul rasa takut, ada baiknya untuk mengajak orang lain dalam mencegah kejadian pelecehan seksual. "Kalau aku sih sebagai perempuan melihat pelecehan seksual yang cukup gimana gitu di jalan, cukup parah, aku bakal liat situasi juga. Aku kalau bisa nggak sendiri, aku menegur enggak sendiri atau aku mengintervensi enggak sendiri aku bakal ngajak orang lain kalo aku ada temen, atau bahkan kalau orang lain di jalan aku bakal menyadarkan gitu. Karena biasanya bystander juga pengen negur tapi itu tadi kan ada rasa takut, mau apa gitu, ragu. Tapi kalo misalnya udah ada satu orang yang ngajak, biasanya pada maju gitu kan," ujar Bunga.

Begitupun jika terjadi pelecehan seksual di lingkungan pertemanan, maka kita pun punya tanggung jawab untuk menegur pelaku dan menanyakaan keadaan korban.

"Tapi ya itu kamu punya tanggung jawab untuk menegur temanmu yang melakukan pelecehan seksual. Apa lagi kalo yang parah kamu harus udah bukan tegur lagi, gitu. Kamu harus intervensi atau bahkan tanya korban, approach dan tanya dia butuh perlindungan apa atau dia aman atau nggak gitu kan," jelas Bunga.

(gah/gah)