Bahas Nuklir Iran, DK PBB Akan Gelar Pertemuan Formal
Rabu, 15 Mar 2006 08:50 WIB
Jakarta - Dewan Keamanan PBB sepakat untuk menggelar pertemuan formal pertama mengenai krisis nuklir Iran pada Jumat (17/3/2006) mendatang. Sidang itu akan dilaksanakan di tengah berlanjutnya perdebatan mengenai draf pernyataan DK PBB guna mendesak Iran menghentikan pengayaan uranium.Lima anggota tetap DK PBB: Inggris, Cina, Prancis, Rusia dan AS telah mengadakan pertemuan informal dengan 10 anggota tidak tetap untuk membahas draf statemen mengenai isu Iran. Para anggota dewan setuju untuk kembali mengadakan pembicaraan informal pada Kamis (16/3/2006) besok.Demikian disampaikan sejumlah diplomat seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/3/2006). Sejauh ini, para delegasi masih mendebatkan naskah draf yang diajukan Prancis dan Inggris.Dalam draf itu antara lain disebutkan soal seruan bagi Iran untuk mematuhi permintaan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), termasuk terus menghentikan aktivitas yang terkait pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna membangun kepercayaan mengenai tujuan damai dari program nuklirnya.Kepala IAEA Mohamed ElBaradei juga diminta untuk melapor ke DK PBB dalam 14 hari mengenai kepatuhan Iran pada persyaratan yang ditetapkan dewan IAEA. "Kami menemukan banyak kesulitan dengan draf Prancis-Inggris," ujar delegasi Cina untuk PBB, Li Junhua. Mengenai deadline 14 hari bagi ElBaradei untuk melaporkan soal Iran, Li tidak setuju. "Kami pikir menetapkan deadline tidak akan membantu upaya diplomatik karena kami ingin memaksimalkan semua upaya diplomatik yang mungkin," imbuhnya.
(ita/)











































