PDIP Kritik Kasus COVID di DKI Sentuh Angka 1.000 Lagi: Itu PR Pak Anies

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 19:39 WIB
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kasus tambahan COVID-19 di DKI Jakarta kembali menyentuh angka 1.000 dua pekan usai Lebaran. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut hal itu menjadi PR yang harus diselesaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jadi ini kan membutuhkan keterlibatan semua elemen. Jadi sekarang yang aktif seolah-olah hanya Pemprov. Pemprov belum mampu menggaet keterlibatan pihak lain, khususnya tokoh masyarakat belum kita gerakkan secara maksimal. Itu PR buat Pak Anies," kata gembong kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2021).

Dia juga meminta RT dan RW senantiasa melakukan pengawasan yang baik. Hal itu dilakukan agar kebijakan PSBB skala mikro dapat dilakukan dengan baik guna memutus penularan virus Corona.

"Sehingga kalau Pak Anies bisa membangkitkan atau menggerakkan itu, insyaallah ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Gembong.

Gembong mengatakan seharusnya penanganan COVID-19 itu menjadi tanggung jawab bersama. Namun, kata dia, Pemprov DKI Jakarta harus menjadi penggeraknya.

"Kesadaran kolektif menjadi faktor penentu untuk bisa memberantas COVID-19, maka bagaimana Pemprov bisa menggerakkan kita seluruh warga DKI untuk sama sama dengan ketat menetapkan protokol kesehatan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, kasus tambahan COVID harian di DKI Jakarta kembali meningkat. Dua pekan seusai Lebaran 2021, kasus harian kembali menyentuh angka 1.000.

Data BNPB per Minggu (30/5/2021), angka kasus COVID harian di Jakarta di angka 1.064. DKI menjadi penyumbang kasus COVID terbanyak kemarin. Disusul Jawa Tengah yang juga menyentuh angka seribuan, yakni 1.007.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Klarifikasi Menkes soal Penanganan COVID-19 DKI Jakarta 'Terburuk'

[Gambas:Video 20detik]