Kasus Laptop, Bukan Alasan Pengamanan Istana Berlebihan
Rabu, 15 Mar 2006 08:42 WIB
Jakarta - Kasus hilangnya laptop di Istana selayaknya tidak dijadikan alasan peningkatan pengamanan Istana Negara secara tidak wajar. Akan tetapi kejadian itu harus diusut tuntas karena terkait kewibawaan pemerintah."Kejadian ini jangan dijadikan acuan pembenaran untuk meningkatkan pengamanan yang berlebihan. Lihat aja, masak di rumah Wapres aja ditaruh tank," kata anggota Komisi III Trimedya Pandjaitan kepada detikcom, Rabu, (15/3/2006)Politisi PDIP ini meminta Polda Metro Jaya memback-up aparat kepolisianyang mengusut kasus pencurian laptop di istana, bukannya Paspampres. Inipenting karena kejadian ini sudah menyangkut tindak pidana."Jangan hanya diserahkan pada Polsek setempat, tapi juga harus diback-up Polres dan Polda. Ini bahaya karena istana adalah simbol negara. Polisiharus usut sampai tuntas. Jangan sampai terulang lagi," pintanyaDia juga menilai kehilangan laptop orang-orang dekat presiden itu merupakan hal yang luar biasa karena kejadian yang sama belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi saat ini pengamanan di Istana diperketat akibat ancaman teror.Kejadian ini menunjukkan betapa lemahnya koordinasi dan pengamanan di Istana, padahal tempat ini simbul negara. Karenanya kepala Rumah Tangga Kepresidenan harus tanggap dan bertindak cepat mengantisipasi kejadian serupa terulang lagi. "Orang-orang di sekitar Istana harus diperiksa," papar Trimedya.
(mar/)











































