Dewas KPK Sedang Kumpulkan Keterangan soal Aduan Lili Pintauli

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 14:13 WIB
Lili Pintauli Siregar
Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)
Jakarta -

Dewan Pengawas (Dewas) KPK tengah mengumpulkan bahan keterangan terkait dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Ketua Dewas Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan Lili Pintauli Siregar akan diperiksa dalam waktu dekat.

"Kedua tentang apa yang anda tanyakan mengenai pimpinan KPK sudah kami lakukan pengumpulan bahan keterangan juga dan tentu tidak lama lagi akan kami juga lakukan pemeriksaan," kata Tumpak kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Tumpak mengatakan akan mencari tahu soal dugaan pelanggaran etik tersebut. Jika pun benar, pemeriksaan akan dilakukan sampai tuntas.

Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan PanggabeanKetua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean (Farih/detikcom)

"Kalaulah benar itu pelanggaran etik atau kalaulah benar apa yang diinformasikan di dalam media itu tentunya juga akan kita lakukan pemeriksaan sampai tuntas," ujar Tumpak.

Duduk Perkara

Diketahui, Lili Pintauli Siregar diduga telah berulang kali menjalin komunikasi dengan mantan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Muhammad Syahrial, yang merupakan tersangka kasus jual beli jabatan.

Keduanya telah kenal cukup lama. Berdasarkan penuturan sumber detikX, perkenalan mereka berawal dari perjumpaan tak sengaja di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan. Pertemuan itu terjadi pada awal 2020.

Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Ditahan KPKWali Kota Tanjungbalai M Syahrial Ditahan KPK (Andhika/detikcom)

Sumber ini menuturkan, keduanya sempat berada dalam pesawat yang sama tujuan Jakarta-Medan. Waktu itu, Lili hendak pulang ke kampung halamannya di Medan. Sedangkan Syahrial mau kembali ke Tanjungbalai setelah melakukan kunjungan kerja di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung singkat. Saat itu, Lili diduga sempat meminta Syahrial untuk membantu adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis. Ruri pernah menjabat Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai pada 2018-2019.

Lili meminta Syahrial menegur Dirut PDAM Tirta Kualo yang baru untuk membayar hak adik iparnya. Pasalnya, masih ada hak-hak Ruri yang belum dibayarkan semenjak dia mundur dari jabatan perusahaan negara tersebut.

Syahrial menyanggupi dan berjanji bakal menyampaikan informasinya kepada Lili jika permasalahan tersebut berhasil terselesaikan. Di situ, keduanya bertukar nomor ponsel. "Oh iya Bunda, saya akan kasih tahu dan akan tegur Dirut saya," kata Syahrial seperti diceritakan sumber.

Selain aduan soal Lili, Dewas juga tengah mengusut dugaan pelanggaran etik Indriyanto. Simak di halaman berikutnya.