Sekjen Gerindra Minta Bela Negara Jadi Prioritas di Peta Jalan Pendidikan

Ti - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 10:26 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Institute Pesantren KH Abdul Chalim di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Institut Pesantren KH Abdul Chalim (dok. Gerindra)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Institut Pesantren KH Abdul Chalim di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Sekjen Gerindra itu berdiskusi soal pendidikan KH Asep Saifuddin Chalim.

Muzani didampingi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Gus Irfan Yusuf Hasyim, Ketua DPP Gerindra Danang Wicaksana, serta Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad. Kunjungan digelar Minggu (30/5) kemarin.

Kedatangan pengurus Partai Gerindra disambut langsung oleh pendiri dan pengasuh Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Pertemuan itu membahas soal pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia di masa pandemi. Sekolah daring yang selama berjalan dinilai kurang memberi bobot dan kualitas pendidikan pada peserta didik. Hal tersebut bisa menjadi problem bagi peningkatan kualitas SDM kita pada beberapa tahun mendatang.

"Pembangunan SDM yang menjadi tujuan Partai Gerindra dan juga prioritas pemerintah terancam karena adanya COVID-19, kualitas pendidikan menjadi kurang ideal karena tidak ada sekolah tatap muka." Kata Muzani dalam siaran pers, Senin (31/5/2021).

"Saat ini sudah berjalan tahun kedua COVID-19. Hal itu mengkhawatirkan bagi masa depan bangsa Indonesia." imbuhnya.

Gerindra, Muzani melanjutkan, senantiasa mendorong segala upaya pemerintah dalam menanggulangi berbagai persoalan yang disebabkan oleh COVID-19, salah satunya adalah sekolah tatap muka. "Partai Gerindra menyambut gembira rencana pemerintah dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka, namun kami tetap meminta dan mewanti-wanti agar protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat," tutur Muzani.

Muzani juga menjelaskan Gerindra bersama pemerintah sedang merumuskan peta jalan pendidikan. Gerindra ingin pendidikan bela negara dimasukkan dalam peta jalan pendidikan.

"Zaman sekarang ini banyak anak-anak kita yang tidak hafal Pancasila, Pembukaan UUD 1945, itu adalah sesuatu yang memprihatinkan. Karena itu, kami ingin dalam peta jalan pendidikan yang saat ini sedang dirumuskan, pendidikan bela negara menjadi hal yang diprioritaskan." ujarnya.

Sementara itu, KH Asep Saifuddin Chalim menanggapi dengan mengingatkan protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat saat menjalankan pendidikan tatap muka.

Muzani juga mengucapkan terima kasih kepada para kiai yang telah memberikan optimisme untuk bangkit kepada masyarakat di masa pandemi ini. "Pak Prabowo sering kali berpesan, dekati kiai dan ulama, karena kiai dan ulama adalah representasi masyarakat, kiai adalah mata hati masyarakat. Di masa pandemi ini tugas kiai menenangkan masyarakat, tiap waktu menerima tamu dari berbagai kalangan seperti petani, pedagang, pekerja yang menceritakan keluhannya, namun kiai secara ikhlas mendengarkan keluhan mereka, untuk itu kami merasa terbantu dalam menghadapi masalah ini," ujar Muzani.

Sebelumnya, Ahmad Muzani beserta rombongan juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Sunan Drajat. Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur mengingatkan pentingnya pesantren mengembangkan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. "Saat ini kami memproduksi air minum, garam dan pupuk bagi kepentingan masyarakat" tutur KH Abdul Ghofur dalam silaturahmi tersebut.

(tor/fjp)