Round-Up

Kala Andi Arief Lupa Demokrat Disebut Ditolak PDIP Berkoalisi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 21:04 WIB
Politikus Partai Demokrat Andi Arief mendatangi Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Rabu (6/3/2019). Dia akan menjalani rehabilitasi.
Andi Arief (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Eks kader Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mengungkap PD pernah ditolak berkoalisi oleh PDIP. Ketua DPP Demokrat Andi Arief memilih untuk tak menanggapi dan mengaku sudah lupa dengan penolakan itu.

"Tak usah ditanggapilah, sudah lupa," kata Ketua DPP Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

Penolakan koalisi itu terungkap setelah Ferdinand Hutahaean mengomentari cuitan netizen di Twitter. Seorang netizen menduga PDIP menolak koalisi dengan PD karena PD mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Ferdinand mengatakan bukan itulah alasan PDIP menolak PD untuk bersama-sama mendukung Jokowi. Ferdinand kemudian menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

"Tidak demikian, Demokrat minta berkoalisi dgn koalisi pimpinan PDIP setelah AHY gagal jd cawapres Prabowo. Permintaan berkoalisi dgn PDIP yang mengusung Jokowi saat itu tanpa syarat, tapi ditolak dan akhirnya kembali ke koalisi Prabowo," tulis Ferdinand lewat akun Twitter-nya, @FerdinandHaean3, seperti dilihat, Minggu (30/5/2021).

Ferdinan telah mengizinkan cuitannya itu untuk dikutip. Ferdinand lantas menjelaskan secara lebih rinci. PD mencoba merapat ke PDIP setelah pencalonan AHY untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ditolak.

"Ya setelah malam pertemuan dengan Prabowo buntu yang mana pada saat itu keluar istilah jenderal kardus dari Andi Arief. Setelah kesepakatan Prabowo AHY gagal, dan Prabowo memilih Sandi yang kemudian viral istilah jenderal kardus dari Andi Arief, akhirnya mencoba berkoalisi dengan PDIP tapi tidak diterima dan pada akhirnya kembali ke koalisi Prabowo," kata Ferdinand.

Simak juga 'Elektabilitas Demokrat Naik, Andi Arief: Bonus KLB Deli Serdang':

[Gambas:Video 20detik]