Dear Rachel Vennya, Awas Sayembara Fathin Bisa Berujung Doxing

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 18:39 WIB
Rachel Vennya liburan di Dubai
Foto: Rachel Vennya (Dok. Instagram @rachelvennya)
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya mengadakan sayembara berhadiah voucher Gofood senilai Rp 15 juta untuk mencari biodata lengkap penghinanya di Instagram. Namun, hati-hati, sebab menyebarkan data pribadi bisa berujung pada doxing yang memiliki konsekuensi pidana.

Sayembara ini berawal kita Rachel Vennya mendapatkan komentar kasar dari salah seorang warganet. Namun, si pelaku sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf melalui DM. Rachel mengunggah hasil percakapannya dengan pelaku di IG storynya.

"Capturin org iseng trs isengin balik ah, biar tau enaknya diisengin gimana," ujar Rachel Vennya dalam akun IG storynya yang dilihat detikcom, Minggu (30/5/2021).

Screenshoot Rachel Venya (IG Story @rachelvennya)Screenshoot Rachel Venya (IG Story @rachelvennya) Foto: Screenshoot Rachel Venya (IG Story @rachelvennya)

Rachel Vennya kemudian mengunggah foto profil akun perempuan bernama Fathin yang disebut telah menghinanya tersebut. Dia mengadakan sayembara uang Rp 15 juta Gofood bagi mereka yang bisa mendapatkan biodata lengkap Fathin.

"Bayar orang lacak ip address? Mager ah org masih pake akun asli, tinggal bikin sayembara, yang kenal Fathin kalo tau biodata lengkap nama alamat dll aku kasih 15 juta buat gofood sekampung yang paling lengkap yang menang ampe hobby si fathin juga boleh, email ke rachelvennya23@gmail.com," kata Rachel Vennya.

Screenshoot Rachel Venya (IG Story @rachelvennya)Foto: Screenshoot Rachel Venya (IG Story @rachelvennya)

Sayembara yang diadakan oleh Rachel Vennya ini kemudian viral di media sosial. Bahkan, nama Fathin sempat menjadi trending Twitter. Rachel juga mengunggah tangkapan layar kotak masuk di emailnya yang berisi data Fathin yang dikirim oleh para peserta.

Termasuk Doxing

Peserta yang menyebarkan data pribadi Fathin bisa berujung pada kegiatan doxing. Apalagi jika tujuannya untuk memburu seseorang.

"Masuk sih (doxing). Apalagi tujuannya untuk 'memburu'," kata Kadiv Kebebasan Berekspresi SAFEnet Nenden Sekar Arum kepada wartawan, Minggu (30/5).

Ketentuan mengenai doxing di Indonesia salah satunya diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008. Tentu saja penyebaran informasi seseorang tak termasuk pelanggaran jika telah mendapat persetujuan orang yang bersangkutan.

Bagaimana bunyi pasalnya? Silakan klik halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Pegawai KPK Ungkap Rekannya Alami Doxing Karena Wawancara TWK

[Gambas:Video 20detik]