Tenaga Ahli KSP: Jangan Underestimate Abdee Slank!

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 12:42 WIB
FILE FOTO: Abdee Negara atau yang dikenal dengan Abdee Slank didapuk menjadi komisaris Telkom.
Abdee Slank (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Abdi Negara atau Abdee Slank resmi ditunjuk menjadi komisaris PT Telkom Indonesia. Ade Irfan Pulungan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), membela penunjukan Abdee Slank jadi komisaris Telkom.

Irfan mengaku prihatin dan menyayangkan tuduhan dari sejumlah kalangan yang menilai penunjukan dan pengangkatan Abdee Slank sebagai komisaris Telkom Indonesia hanya didasarkan perannya sebagai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Padahal, katanya, Abdee Slank sebagai seniman dan musisi merupakan sosok yang visioner dan pekerja keras, khususnya dalam menghadapi era disrupsi digital saat ini.

"Jangan terlalu cepat underestimate pada sosok Abdee Slank. Ia merupakan sosok visioner dan kreatif yang memang sangat dibutuhkan. Visi dan ide kreatif Abdee ini sangat dibutuhkan oleh PT Telkom Indonesia dalam menghadapi tantangan bisnis di masa modern dan era digital seperti saat ini," kata Irfan dalam keterangannya.

Dalam menghadapi disrupsi teknologi dan digital, Irfan mengatakan, yang dibutuhkan tidak hanya ahli-ahli di bidang teknologi informasi (TI). Sosok yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghadirkan industri kreatif juga dibutuhkan.

"Bahwa Telkom bukan hanya perusahaan yang bergerak di bidang perangkat dan infrastruktur telekomunikasi, namun juga merambah di industri kreatif. Anak-anak perusahaan PT Telkom misalnya, ada yang bergerak di bidang konten seluler, e-commerce, dan lainnya," ujar dia.

Ade Irfan, Tenaga Ahli Utama KSP (Dok. Pribadi) Foto: Ade Irfan, Tenaga Ahli Utama KSP (Dok. Pribadi)

"Abdee merupakan sosok yang memiliki pemikiran 'out of the box' yang sangat dibutuhkan Telkom untuk mengembangkan bisnis di era digital ini," imbuhnya.

Eks Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini mengatakan Abdee Slank bisa memberikan masukan yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh PT. Telkom. Menurutnya, Abdee Slank sudah banyak pengalaman bisnis baik di dalam industri musik maupun digital teknologi.

"Bahkan pengalamannya dalam bidang sosial dan lingkungan sudah pernah dia lakoni dan terlibat secara intensif. Beberapa pengalaman sosok Abdee Slank yang dilakukannya seperti Tim Pakar Ditjen HKI Kemenkumham untuk pembuatan UU Hak Cipta dan pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) di tahun 2013, anggota Badan Pengawas Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian LHK di tahun 2016," kata Irfan.

Irfan meminta masyarakat menilai Abdee Slank secara adil. Dia meminta masyarakat tak melulu mengungkit siapa mendukung siapa pada Pilpres 2019. Lebih jauh Irfan meminta masyarakat tak meliat kemampuan seseorang dengan pandangan dangkal.

"Kita juga jangan melihat kemampuan seseorang dari kasatmata yang dangkal, apakah dengan tidak adanya gelar pendidikan, maka dianggap orang tersebut tidak mampu untuk mendapatkan kesempatan berkiprah di jajaran BUMN. Marilah kita semua berpikir secara objektif, jernih dan rasional untuk kemajuan NKRI," kata Irfan.

Silakan klik halaman selanjutnya.

Simak Video: TOP 5: Felicia Tissue Buka Suara, Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom

[Gambas:Video 20detik]