Karyawan MSTri Mengadu ke LBH

Karyawan MSTri Mengadu ke LBH

- detikNews
Selasa, 14 Mar 2006 17:55 WIB
Jakarta - Para karyawan maupun mantan karyawan yang tergabung dalam Solidaritas Pekerja PT Media Suara Trisakti atau Radio MSTri mengaku tidak puas dengan pihak manajemen. Hal itu dikarenakan mereka kerap ditindas. Mereka pun mengadu ke LBH Jakarta.Koordinator Solidaritas Pekerja MSTri, Linda, menjelaskan, para karyawan radio yang bekerja sejak 2004-2006 telah kehilangan hak-hak sebagai pekerja. Hal ini bermula dari gaji yang selalu terlambat, hingga pada puncaknya gaji tidak dibayar selama 2-3 bulan terakhir.Selain itu ada ketidakjelasan status pekerja, jam kerja dan jam lembur. Apalagi karyawan sering mendapat perlakuan yang kasar dari Direktur PT Media Suara Trisakti, Cahaya Sinaga, yang sering memanggil dan memaki karyawan dengan menyebut dengan kata-kata kotor."Tidak hanya itu, kekerasan fisik juga sering terjadi. Ia pernah menampar karyawan bagian mix man kami, melempar dengan binder file, keranjang kertas dan juga headphone," kata Linda dengan nada gusar dalam jumpa pers di LBH Jakarta Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (14/3/2006).Menurut Linda, ada sekitar 10 karyawan radio tersebut baik penyiar, produser, mixing, kurir, bagian keuangan maupun teknisi yang dipecat tanpa alasan. Pemecatan itu dikarenakan selama ini mereka sering mempertanyakan kinerja perusahaan dan keterlambatan pembayaran gaji.Sementara itu Kepala Divisi Legislasi LBH Pers, Endrayana, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan kasus pemecatan itu sudah masuk ke Pengadilan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P3D) Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta.P3D sendiri dalam keputusannya 26 Desember 2005 lalu merekomendasikan pihak manajemen untuk segera memberi pesangon 2 kali gaji kepada 10 orang tersebut. Manajemen juga harus segera membayar uang kesehatan dan THR selama mereka bekerja. Hal ini sebagaimana diamanatkan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun demikian pihak manajemen tidak pernah memberi tanggapan apa pun. "Sebelumnya juga kita selalu melakukan pendekatan dan negosiasi dengan manajemen, tapi tidak ada itikad baik dari mereka," kata Endrayana. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads