Kepastian PAN Merapat ke Jokowi di Balik Cerita Dijegal Amien Rais di 2019

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 04:59 WIB
Hendri Satrio
Pakar Politik Hendri Satrio (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sekjen PAN Eddy Soeparno menceritakan mengenai arah PAN yang sebetulnya ingin bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 namun dijegal oleh Amien Rais. Cerita Eddy Soeparno ini dinilai sinyal kuat kepastian PAN akan merapat ke Jokowi.

Hal tersebut diungkap oleh Pakar Politik Hendri Satrio yang menyebut langkah PAN ini bukan lagi strategi untuk merapat. Hendri menyebut ini sebuah kepastian yang diberikan PAN untuk merapat ke Jokowi.

"Kalau menurut saya ini bukan strategi untuk merapat tapi memang sudah ada kepastian untuk merapat, karena kalau levelnya Sekjen bicara terbuka seperti ini jadi sudah ada kepastian, bukan strategi lagi menurut saya," kata pria yang akrab dipanggil Hensat ini, ketika dihubungi, Jumat (28/5/2021).

Hensta menjelaskan ini sebagai strategi PAN untuk menunjukkan kepastian akan bergabung kepada pemerintahan Jokowi. Dia juga meragukan Sekjen PAN Eddy Soeparno berbicara demikian di publik jika bergabungnya PAN masih sebatas wacana.

"Ini sudah kepastian kalau pembicaraannya ini strategi apa, ya ini strategi untuk memastikan ke pemerintah bahwa ini mereka sudah pasti akan bergabung. Jadi kalau level Sekjen ini sudah pasti dan saya yakin Mas Eddy Soeparno nggak mungkin bicara dalam hal yang masih rencana gitu," ucapnya.

"Sebab salah satu yang memiliki komunikasi sangat baik di PAN ini memang sosok Eddy Soeparno dan dia memang terkenal sebagai politisi yang sangat berhati-hati sekali dalam berkomunikasi. Jadi kalau sudah mengatakan seperti ini pastinya PAN akan bergabung ke koalisi pemerintahan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Hensat menduga juga adanya upaya PAN menunjukkan ke publik bahwa Amien Rais sudah tidak lagi satu perahu dengan PAN. Hal itu, kata Hensat, terbukti dari cerita Eddy Soeparno yang menyalahkan Amien Rais lantaran dijegal ketika hendak mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Oh kalau tentang Amien Rais sebetulnya ini hanya pengumuman pernyataan bahwa memang saat ini PAN berbeda perahu dengan Pak Amien Rais, ada nada masih menghormati di nada Eddy Soeparno tapi dia juga ingin publik mengetahui, masyarakat mengetahui, bahwa PAN saat ini sudah tidak ada dalam satu perahu dengan PAk Amien Rais, karena Pak Amien Rais sudah punya Partai Ummat itu," tuturnya.

Seperti diketahui, Sekjen PAN Eddy Soeparno bercerita mengenai arah dukungan PAN saat Pilpres 2019. Eddy menyebut PAN sebenarnya ingin bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin tapi dijegal Amien Rais.

"Kejadiannya hari itu dua hari sebelum PAN mengumumkan pencapresan Prabowo-Sandi sebelum pilpres. Saya bicara dengan Mas Hasto, 'Mas, kita insyaallah akan bergabung dengan koalisi Mas Hasto.' Tetapi, karena waktu itu kita diveto, kemudian kita gabung dengan Prabowo-Sandi," kata Eddy dalam diskusi Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Eddy mengatakan keputusan memang berada di Ketua Umum Zulkifli Hasan. Namun, pihaknya menghormati Amien Rais, yang kala itu masih berada di PAN.

"Waktu itu memang, meskipun Ketua Umum Zulkifli Hasan, tapi tentu kita mendengarkan tokoh sentral kita, tokoh sentral kita, tokoh senior kita. Pada saat itu, apa pandangan beliau dan kita betul-betul memang pandangannya berbeda dengan pandangan pengurus yang lain," ujarnya.

Simak juga video 'Zulhas Bicara Demokrasi Moral yang Banyak Berubah':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/zak)