Herman Deru Bawa Sumsel Jadi Provinsi Penyanggah Pangan Nasional

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 23:31 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Dalam program Food Estate yang baru diresmikan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menetapkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional.

"Program Food Estate ini upaya menjaga ketahanan pangan. Memiliki potensi SDA dan didukung lima kabupaten penghasil pangan, menjadikan Sumsel sebagai provinsi penyanggah ketahanan pangan nasional," kata SYL, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/05/21).

Dijelaskannya, program Food Estate di Sumatera Selatan akan berfokus pada lima daerah, yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Banyuasin.

"Lima daerah di Sumsel ini akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara kick off food estate "Petani Bela Negeri Agrosolution" di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Tak hanya itu, SYL juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja dengan keras mensukseskan program food estate. Ia menjelaskan, sektor pangan menjadi komoditas yang tidak terdampak selama pandemi COVID-19. Komoditas aman tersebut seperti, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur ayam ras dan minyak goreng.

"Kita mendorong daerah melalui program food estate untuk melakukan ekspor pangan. Ini bisa kita wujudkan jika program food estate sukses," tegas Mentan SYL.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru mengatakan, lima kabupaten yang termasuk dalam program food estate di Sumatera Selatan harus bekerja keras, kerja serius dalam berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Lima daerah di Sumsel ini berkontribusi dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok bagi 273 juta penduduk Indonesia," ucap Herman Deru.

Herman Deru mengatakan, berbagai persoalan petani yang sering terjadi menyangkut masalah lahan dan pupuk. Bermitra dengan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menjadi solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk.

"Semua pihak bergotong-royong menyerap padi petani. Kita membeli dengan Bulog. Tujuannya untuk menjamin penyerapan hasil panen petani Sumsel," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, Pusri memiliki dua pabrik yang telah berusia 47 tahun. Ia mengaku mendukung program food estate pemerintah daerah dan pusat.

"Kami siap mensupport program pemerintah daerah dan pusat. Kami 100 persen support program food estate," pungkas Tri.

(ega/ega)