Gempa 6,4 SR Panikkan Ambon
Selasa, 14 Mar 2006 15:32 WIB
Ambon - "Gempa...gempaaa!" teriak ratusan orang di pusat Kota Ambon, Selasa (14/3/2006). Mereka lari kocar-kacir akibat gempa yang sempat menggoyang Ibukota Provinsi Maluku dan sekitarnya dengan kekuatan 6,4 Skala Richter tersebut.Gempa bumi terjadi sekitar pukul 16.15 WIT dan berlangsung selama 4 menit. Sepanjang Jl AY Patty, Jl Sam Ratulangi, Jl Sultan Baabulah dan Jl AM Sangaji yang semula tenang, mendadak gaduh oleh teriakan orang-orang yang berhamburan keluar dari ruko maupun pertokoan.Beberapa kendaraan yang melintasi keempat jalur jalan tersebut mendadak berhenti karena goyangan gempa yang cukup kuat.Kepanikan juga terjadi di Hotel Ambon Manise yang berada di Jl Pantai Mardika. Pengunjung maupun karyawan hotel tampak panik keluar dari bangunan berlantai 7 tersebut.Menurut informasi yang dihimpun detikcom, di Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Boru juga merasakan gempa namun getarannya tidak begitu kuat.Sementara itu sebagian besar warga Namlea Kabupaten Buru berbondong-bondong pergi menuju kantor bupati setempat. Gempa di daerah itu terjadi 4 kali dalam waktu 15 menit. Namun demikian hingga sejauh ini belum ada kerusakan.Menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Ambon, Beni Sipolo, pusat gempa berada di 03,7 LS dan 127,2 BT, serta kedalaman episentrum sekitar 60 km. Itu artinya gempa berpusat di bagian utara Pulau Buru."Gempa ini ini adalah gempa tektonik," ujar Beni saat dihubungi detikcom. Namun ia belum dapat memastikan apakah gempa ini akan berulang atau tidak.Hingga pukul 16.45 WIT warga Ambon dan sekitarnya masih banyak yang berkerumun di luar bangunan. Mereka takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan.Pada 28 Januari lalu, Ambon dan sekitarnya juga diguncang gempa dengan kekuatan 7,3 Skala Richter. Guncangannya terasa hingga Bali dan Papua. Gempa tersebut mengakibatkan banyak bangunan di Kota Ambon retak dan kaca pecah, bahkan menimbulkan korban tewas.
(nvt/)











































