WN Rusia Miliki Narkoba Jenis DMT Asal Ukraina Ditangkap di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 13:52 WIB
Ilustrasi tangan diborgol
Foto untuk ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Denpasar -

Seorang pria asal Rusia inisial AG ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali karena memiliki narkoba jenis DMT. Barang haram seberat 192,42 gram itu didapatnya melalui paket kiriman asal Ukraina.

"DMT ini beratnya kurang-lebih 194,42 gram. Jadi tersangkanya adalah orang asing warga Rusia," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Gede Sugianyar Dwi Putra dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (28/5/2021).

Sugianyar mengatakan penangkapan WNA Rusia tersebut berawal dari kecurigaan petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pos Besar Renon Denpasar Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Ngurah Rai terhadap sebuah paket asal Ukraina.

Karena dicurigai, paket tersebut kemudian dilakukan pencitraan melalui mesin X-ray. Hasilnya terlihat citra potongan kayu berwarna cokelat yang diduga narkotika golongan I jenis DMT.

Pada Rabu (19/5), petugas BNNP Bali bersama dengan Kantor Wilayah Bea-Cukai Bali, NTB, NTT dan KPPBC Ngurah Rai melakukan penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery) terhadap paket tersebut. Akhirnya dapat dilakukan penangkapan terhadap penerima inisial AG di tempat tinggalnya di Jalan Pondok Mekar, Lingkungan Tukad Nangka, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

"Jadi DMT ini dikirim lewat jasa pengiriman. (Penangkapan) kerja sama dengan teman Bea-Cukai. Sudah dites ke laboratorium forensik yang dimiliki oleh Mabes Polri dan dinyatakan positif," jelas Sugianyar.

Sugianyar menegaskan sampai saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap WNA pemilik paket tersebut. Terlebih yang bersangkutan lebih banyak bungkam terkait dengan kasusnya tersebut.

Pihaknya mengganjar WNA Rusia tersebut dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

(nvl/nvl)