Dishut Sumbar Temukan 513 Dokumen SKSHH Aspal

Dishut Sumbar Temukan 513 Dokumen SKSHH Aspal

- detikNews
Selasa, 14 Mar 2006 14:49 WIB
Padang - Setelah melaporkan penemuan 426 surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH) asli tapi palsu (aspal) ke Polda Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Sumbar) kembali menemukan 87 SKSHH aspal asal Lampung yang digunakan pelaku pembalakan liar untuk mengelabui petugas di Sumbar. "Sejauh ini, total SKSHH aspal yang berhasil kita temukan sebanyak 513 dokumen yang digunakan oleh delapan perusahaan kayu. Empat perusahaan berkedudukan di Kabupaten Dharmasraya, tiga perusahaan di Kota Padang dan 1 perusahaan di Kabupaten Padang Pariaman," ujar Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Zulkifli Mulsani pada detikcom di kantornya, Jalan Raden Saleh, Selasa (14/3/2006).Menurut dia, 426 SKSHH yang pertama ditemukan sudah disita oleh penyidik Dishut dan dilaporkan ke Polda Sumbar. Sementara, 87 SKSHH aspal yang ditemukan berikutnya sedang dalam proses penyitaan. "Penyidik PNS sudah meminta keterangan sejumlah pegawai administrasi perusahaan pengolahan kayu dan petugas penguji dan pemeriksa kayu gergajian (P3KG) sebagai saksi. Untuk memanggil dan memeriksa pemilik perusahaan kita masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan," ujarnya.ProaktifDitanya soal pengusutan kasus 426 SKSHH aspal yang sudah berada di tangan Polda Sumbar, Zulkifli mengatakan pihaknya sama sekali belum melihat ada perkembangannya. Bahkan, ia menilai Polda Lampung lebih proaktif dalam menuntaskan kasus tersebut."Kami menilai kasus ini memiliki keterkaitan satu sama lainnya dan melibatkan pihak-pihak dari luar provinsi. Kami berharap agar Polda Sumbar segera mengusut kasus ini," ujarnya.Dikatakan Zulkifli, kemarin pihaknya sudah mengirim tim ke Lampung untuk mencari tahu siapa saja pengusaha kayu Sumbar yang memesan SKSHH dari provinsi itu. "Berdasarkan pemeriksaan Polda Lampung, pemesan SKSHH dari Dishut Lampung itu adalah seorang pengusaha kayu bernama Faisal. Dia mengaku menjualnya kepada pengusaha kayu di Sumbar," ujar dia.Untuk mengusut tuntas kasus tersebut pihaknya akan terus mengejar bukti-bukti baru dari Lampung. "Kami melihat ada semacam gerakan tutup mulut dari petugas-petugas yang diperiksa penyidik di Sumbar. Kalau nanti terbukti ada petugas Dishut Sumbar yang terlibat, saya akan tindak tegas," demikian Zulkifli Mulsani. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads