Jumpa Dubes Guatemala, Bamsoet Bahas Kerja Sama Bidang Ekonomi-Budaya

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 15:41 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Duta Besar Guatemala untuk Indonesia Jacobo Cuyun
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak Duta Besar Guatemala untuk Indonesia Jacobo Cuyun untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara. Hal ini melihat tren perdagangan Indonesia dan Guatemala tumbuh sebesar 11,86% sepanjang 2014-2018.

Pada 2018, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 50,29 juta, dan Indonesia mengalami surplus USD 48,56 juta. Sementara di 2019, nilai perdagangan turun menjadi USD 42,9 juta dengan Indonesia masih surplus USD 40,54 juta. Di 2020, angka ini pun meningkat menjadi USD 65,98 juta dengan surplus pada Indonesia mencapai USD 35,92 juta.

"Sebagai sesama negara produsen dan eksportir kelapa sawit, Indonesia dan Guatemala juga dapat bergabung dalam Organisasi CPOPC (Council of Palm Oil Producing Countries), untuk bersama-sama dengan negara anggota lainnya mengembangkan sektor kelapa sawit, termasuk memerangi kampanye negatif tentang kelapa sawit," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (27/5/2021).

Saat menerima Jacobo Cuyun di ruang kerjanya hari ini, Ketua DPR RI ke-20 ini menyebut Indonesia dan Guatemala dapat saling bekerja sama membantu pemulihan ekonomi nasional kedua negara. Upaya tersebut juga dapat dilakukan dengan saling mengenal potensi dan produk unggulan masing-masing melalui peningkatan interaksi pelaku bisnis kedua negara.

"Salah satunya dengan memaksimalkan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara KADIN Indonesia dengan CACIF Guatemala (Komite Koordinasi Asosiasi Pertanian, Komersial, Industri dan Keuangan, atau Comité Coordinador de Asociaciones Agrícolas, Comerciales, Industriales y Financieras), yang ditandatangani pada Oktober 2020," jelasnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengundang para pebisnis Guatemala agar berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia dan INA-LAC (Indonesia-Latin America and the Caribbean) Business Forum 2021.

Di tengah pandemi, dua agenda tersebut rencananya akan tetap diselenggarakan pada Oktober 2021 secara virtual. Pasalnya, kegiatan ini merupakan upaya Indonesia dalam memperluas akses perdagangan internasional, termasuk ke wilayah Amerika Latin dan Karibia.

Di bidang pendidikan, Bamsoet mengatakan pihaknya mengajak Guatemala untuk ikut serta dalam program beasiswa yang dihadirkan Indonesia. Ia juga berharap jumlah pelajar Guatemala di Indonesia dapat terus meningkat ke depannya.

"Kita juga mengundang siswa dari Guatemala untuk memanfaatkan program beasiswa dari Pemerintah Indonesia, yaitu Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang untuk program bergelar (S1-S3) serta program non-gelar Darmasiswa. Pada tahun 2013, terdapat satu siswa dari Guatemala yang berpartisipasi dalam program tersebut. Ke depan, jumlahnya harus meningkat, sebagai bagian peningkatan kerjasama pendidikan kedua negara," papar Bamsoet.

Sementara dari segi budaya, Bamsoet menyebut bahwa kedua negara sama-sama memiliki peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan. Salah satunya seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Indonesia, serta Tikal Temple di Guatemala.

Terkait hal ini, ia berharap Indonesia dan Guatemala dapat saling bersinergi mengembangkan kerja sama terkait perlindungan dan pemeliharaan situs bersejarah. Selain itu, Bamsoet pun mengungkapkan Indonesia siap menyambut wisatawan asal Guatemala untuk berkunjung ke Indonesia.

"Jumlah kunjungan wisatawan Guatemala ke Indonesia masih kecil, di bawah 1.000 orang/tahun, namun menunjukkan pertumbuhan selama 3 tiga tahun terakhir. Setelah berakhirnya pandemi COVID-19, Indonesia siap menyambut para turis asal Guatemala," pungkas Bamsoet.

(akn/ega)