Peringati Hari Dam, Mahasiswa Demo Konsulat Jepang

Peringati Hari Dam, Mahasiswa Demo Konsulat Jepang

- detikNews
Selasa, 14 Mar 2006 14:10 WIB
Makassar - Memperingati hari pembangunan dam sedunia, sekitar 100 mahasiswa dan tokoh LSM yang tergabung dalam Front Anti Imperialisme mendatangi Kantor Konsulat Jepang, Jl Sam Ratulangi, Makassar, Selasa (14/3/2006). Mereka menyerukan agar pemerintah menghentikan rencana pembangunan proyek dam alias bendungan di tiga daerah di Sulsel. Aksi unjuk rasa ini dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Para mahasiswa yang berkumpul di depan eks Bioskop 21, Jl Sam Ratulangi lalu melakukan long march menuju Kantor Konsulat Jepang, yang jaraknya sekitar 150 meter. Para mahasiswa ini menganggap pembangunan dam selalu berdampak buruk pada masyarakat setempat dan hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan multinasional. "Dam hanya menyebabkan utang semakin menumpuk, longsor dan kerusakan alam di mana-mana, dan penduduk setempat yang kehilangan mata pencaharian sampai pada terkikisnya budaya kolektif di tengah masyarakat," ujar salah seorang mahasiswa saat beorasi. Mahasiswa menyerukan agar rencana pembangunan dam di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Bone dihentikan. Dalam rilis yang mereka bagikan, para mahasiswa mencontohkan pembangunan Dam Bili-Bili di Kabupaten Gowa yang menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi warga setempat. "Sebanyak 8 ribu kepala keluarga yang kehilangan tanah, dan sampai sekarang belum jelas ganti ruginya," tulis mereka. Pembangunan dam Bili-bili, adalah hasil kerjasama pemerintah kabupaten dan pemodal asing dari Jepang, yakni JBIC dan JICA. Aksi ini juga sempat diwarnai aksi dorong-dorongan antara para mahasiswa dan aparat kepolisian. Aksi berakhir sekitar pukul 12.30 Wita. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads