Risma Cek Dampak Siklon di Kabupaten Timor Tengah Utara, Ini Arahannya

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 10:35 WIB
Kemensos
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengecek ke sejumlah titik kerusakan dampak badai siklon seroja pada sarana dan prasarana di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Sebanyak empat titik lokasi menjadi perhatian Mensos dalam kunjungan kali ini.

Adapun sebanyak tiga titik ada di Desa Wini, Kecamatan Insana Utara, dan satu titik lagi di Kecamatan Benpasih. Dia juga menyampaikan bahwa kunjungannya untuk mengetahui secara persis dan lengkap hal yang menjadi masalah urgen bagi masyarakat setempat.

"Sungai ini perlu dikeruk ya. Karena terlalu dangkal. Nanti airnya bisa ditampung untuk dimanfaatkan untuk keperluan lain," kata wanita yang akrab disapa Risma itu dalam keterangan tertulis, Rabu (26/5/2021).

Risma memastikan akan memberikan bantuan. Bantuan tidak sebatas dampak bencana, melainkan untuk membangkitkan perekonomian.

"Kami mendengar sebagaimana disampaikan bapak bupati, salah satu kebutuhan mendesak adalah ketersediaan air bersih," kata Risma.

Sementara itu Bupati TTU Juandi David mengapresiasi kunjungan Risma ke daerahnya. Menurut Juandi, kehadiran Risma bersama rombongan di Kabupaten TTU merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat TTU yang pada beberapa waktu lalu dilanda Badai Siklon Tropis Seroja.

"Suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami mendapat kesempatan kunjungan dan bertatap muka langsung dengan Ibu," kata Juandi dalam kesempatan yang sama.

Badai Siklon Tropis Seroja mengakibatkan meluapnya air sungai di beberapa lokasi yang tersebar di 24 Kecamatan dalam Wilayah Kabupaten TTU. Hal ini menyebabkan terjadinya Bencana Angin, Banjir, Tanah Longsor, Gelombang Pasang dan Abrasi.

Pada 4 April, bencana banjir yang melanda dan menggenangi pemukiman penduduk, seperti sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan dan lahan pertanian masyarakat, akibat dari tingginya intensitas curah hujan dengan ketinggian air kurang lebih 100 cm dan berlangsung lama di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

"Sesuai data yang ada, telah terjadi kerusakan pada 96 desa/kelurahan yang tersebar di 24 Kecamatan," lanjut Juandi.

(ega/ega)