Polisi Koordinasi dengan Paspampres Selidiki Laptop Istana
Selasa, 14 Mar 2006 11:07 WIB
Jakarta -
Polisi akan berkoordinasi dengan Paspampres dalam menyelidiki kasus kemalingan laptop dan uang di lingkungan Istana Presiden. Polisi yang bertugas menangani adalah yang terdekat dengan tempat kejadian perkara (TKP)."Soal laptop itu, yang tangani jelas polisi, bisa Pospol, bisa Polsek, bisa Polres. Manalah yang paling dekat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana saat dihubungi detikcom, Selasa (14/3/2006) pukul 10.00 WIB.Pada Senin 13 Maret kemarin, Kapolri menyatakan, kasus itu cukup ditangani oleh Polsek, dalam hal ini Polsek Gambir. "Kalau kemarin Pak Kapolri bilang cukup Polsek, ya karena memang manajemen kepolisiannya begitu," tegas Yoga Ana.Bila ternyata Polsek tidak mampu, imbuh Yoga Ana, maka bisa meminta bantuan Polres ataupun Polda.Ia juga mengatakan agar jangan menyamakan penanganan kasus demonstrasi dengan kasus pencurian. Untuk demonstrasi, biasanya Polres turun tangan dan bila dibutuhkan maka dibantu oleh Polda. Sebab demo biasanya melibatkan banyak orang dan tersebar di beberapa tempat."Kalau demo, pasti ditangani Polres karena kalau Polsek tidak mungkin. Soalnya orang di Polsek aja enggak sampai seratus. Kalau demonya ada di 5 titik bagaimana. Nanti kalau enggak mampu bisa minta bantuan," demikian Yoga Ana.Sementara itu Kapolsek Gambir Kompol Viktor Sihombing saat ditelepon detikcom belum bisa memberikan keterangan. "Saya sedang menyiapkan pasukan di lapangan," katanya pendek. Besar kemungkinan Viktor tengah sibuk mengamankan kunjungan Menlu Condolezza Rice hari ini dan esok hari.Seperti diberitakan Senin kemarin, dua laptop anak buah Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Jalal diketahui dicolong maling awal bulan ini. Sejumlah uang milik Sesmil Mayjen Bambang Sutejo juga lenyap.
(nvt/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































