Kolaborasi Bangun Sumbar, Andre Rosiade & 11 Kepala Daerah Temui Mentan

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 16:06 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade memfasilitasi pertemuan 11 Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat dengan Mentan, Syahrul Yasin Limpo.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade memfasilitasi pertemuan 11 Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat dengan Mentan, Syahrul Yasin Limpo. Pertemuan ini dilakukan di Kantor Kementerian Pertanian.

Adapun hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan para kepala daerah. Khususnya untuk percepatan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Barat.

"Saya sebagai anggota DPR RI mewakili Sumatera Barat bersama-sama dengan Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat melakukan koordinasi dengan Menteri Pertanian bagaimana kita bisa mendorong percepatan pembangunan pertanian yang ada di provinsi Sumatera Barat," kata Andre dalam keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Andre mengatakan Sumatera Barat dianugerahi alam yang cocok untuk pertanian, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat ekonomi berbasis pertanian bisa berjalan. Dengan demikian, manfaatnya akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah respon Pak Menteri sangat luar biasa. Beliau sangat mendukung dan berkomitmen untuk membantu pengembangan pertanian dan peternakan di Provinsi Sumatera Barat bersama dengan Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat. Akan ada konsep dan program konkret dari Kementerian Pertanian yang akan didorong dan direalisasikan dalam waktu cepat," jelasnya.

Pada pertemuan tersebut, Andre juga didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono. Selanjutnya, para kepala daerah di Sumatera Barat menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade memfasilitasi pertemuan 11 Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat dengan Mentan, Syahrul Yasin Limpo. Foto: Istimewa

Kolaborasi yang dimaksud mulai dari upaya mencetak sawah baru sebagai lumbung pangan di Kabupaten Pesisir Selatan, mengoptimalkan peternakan terpadu di Kabupaten Limapuluh Kota, program petani milenial yang fokus pada pengembangan komoditas jagung dan bawang dengan memanfaatkan lahan tidur di Kota Pariaman, hingga pengembangan peternakan sapi perah dan pertanian organik di Kota Padang Panjang.

Ada juga kebutuhan untuk pembangunan kincir air sebagai irigasi di Kota Sawahlunto, kebutuhan fasilitas ekspor buah manggis yang merupakan produk unggulan petani di Kabupaten Sijunjung, hingga upaya pengembangan varietas bareh Solok di sejumlah kabupaten/kota, seperti Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kedatangan para kepala daerah Sumatera Barat. Ia pun mendorong agar ada satu produk pertanian unggulan, salah satunya bareh Solok yang didorong hingga menjadi identitas Sumatera Barat.

"Saya ingin melihat Sumbar bisa lebih hebat. Kita bisa lakukan satu langkah, tapi jelas. Katakan kita mau garap bareh Solok. Perbaiki varietas, budidaya, perbaiki dia punya teknologi mekanisasi, jangan sampai kalah dengan beras Cianjur. Nanti akan kita kawal agar menjadi legacy nasional," ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut turut hadir Walikota Bukittinggi Erman Syafar, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Wali Kota Padang Panjang Fadli Amran, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Bupati Solok Epiyardi Asda, Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, dan Anggota DPRD Sumbar Irwan Afriadi.

Sementara Syahrul didampingi oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fajry Djufray, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang.

(akn/ega)