detikcom Do Your Magic

Tak Ada Lagi Lubang di Jl Cikaret, Motor hingga Mobil Lancar Melaju

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 14:43 WIB
Kabupaten Bogor -

Kondisi Jl Raya Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, yang rusak dan berlubang telah diperbaiki. Tak ada lagi lubang di ruas ini.

Terpantau di lokasi, Jl Raya Cikaret ruas dekat Sekolah Alam Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021) pukul 14.00 WIB, lalu lintas cenderung ramai dan lancar.

Para pengendara sepeda motor terlihat memacu kendaraannya di atas 40 km/jam, cukup kencang untuk ukuran jalan selebar sekitar 5 meter yang dibagi menjadi dua arah. Laju relatif kencang pemotor dimungkinkan karena permukaan jalan sudah lebih rata ketimbang kondisi sebulan lalu, yang penuh lubang dan genangan. Mobil juga lancar melewati aspal.

Jl Raya Cikaret di Kabupaten Bogor yang dulu berlubang kini sudah diaspal.  25 Mei 2021. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)Jl Raya Cikaret di Kabupaten Bogor yang dulu berlubang kini sudah diaspal. 25 Mei 2021. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

"Kalau (jalan ditambal) itu sudah dua minggu lalu," ujar Mariana, penjual di warung dekat lokasi, Jl Raya Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (25/5/2021).

Warga sekitar Jl Raya Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)Mariana, warga sekitar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Jalan ini adalah akses menuju Jalan Raya Bogor-Jakarta. Mariana menambahkan pengerjaan penambalan jalan dengan pengaspalan ini selesai dalam dua hari. Dia mengaku menjadi lebih nyaman berkendara di Jl Raya Cikaret. Sebab, jalan tidak becek ketika hujan mengguyur ruas dengan Sekolah Alam Cibinong ini.

Namun Mariana ingin agar Jl Raya Cikaret yang sebelumnya berlubang ini tidak ditambal saja, melainkan sekalian dicor beton. Menurutnya, jalan yang ditambal dengan pengaspalan lama-kelamaan akan berlubang kembali karena tambalan copot.

"(Kondisi jalan sekarang ini) banyak yang ngelupas, nggak rata (ditambalnya). Lebih baik dicor ya daripada diaspal," tambah Mariana.

Selanjutnya, kata warga bernama Abdul Kholik dan Joko: