Direksi PTPN X Minta Pekerja Tak Mogok Kerja
Selasa, 14 Mar 2006 09:05 WIB
Surabaya - Unjuk rasa ratusan aktivis Federasi Serikat Pekerja Mandiri Tembakau, Tebu dan Gula Indonesia (FSPM-TG) yang menuntut dihilangkangnya diskriminasi dalam berorganisasi di PTPN X dan PTPN XI langsung direaksi oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN X. Direksi PTPN X pun berharap pekerja tidak melakukan aksi mogok kerja."Tidak masuk akal kalau mereka bilang diskriminasi hanya karena kepentingan mereka tidak terakomodasi, perusahaan memang mengutamakan kepentingan banyakpekerja bukan sebagian, sekarang tanya berapa pengikut SP Mandiri?" jelas Ketua SP-BUN PTPN X Djoko Daryono saat temui wartawan di kantornya, Jl Rajawali, Surabaya, Senin (13/3/2006).Menurut Djoko, SP-BUN selama ini memang mengikuti tata aturan dan selalu berdialog dengan manajemen untuk memperoleh suatu yang baik bagi karyawan.Sementara itu, Adi Prasongko Direktur Produksi PTPN X mengatakan pihaknya sudah mendengar semua tuntutan mereka. "Kami akan bicarakan semuanya, yang jelastidak mungkin kami melakukan diskriminasi. Semua berjalan dari bawah, dari karyawan, dan mereka diwakili oleh serikat pekerja dan kami punya komitmen mensejahterakan karyawan demi kelangsungan usaha," kata Adi."Dalam setiap perundingan kami memang bicara dengan SP, dan serikat pekerja yang paling besar adalah SP-BUN, sedangkan Serikat Pekerja Mandiri masih kecil, masak kalau tidak membela kepentingan mereka dibilang diskriminasi," kilahnya.Ia selanjutnya mengatakan bahwa untuk tahun anggaran kesejahteraan PTPN X tahun 2006 ini naik 22,4 persen menjadi Rp 346,5 miliar dari tahun lalu yang hanya Rp283 miliar. "Ini sudah maksimal usaha kami, tapi kalau diminta harus mengangkat karyawan kampanye (pekerja musiman), kami akan mengacu pada aturan Kep-100/Men/VI/2004 yang tidak mengenal karyawan tetap atau musiman," tambahnya.Sebab, kata Adi, meskipun ada pengangkatan, namun gradual, tidak bisa semua minta langsung, kondisi keuangan perusahaan juga kan harus diperhitungkanjuga. "Hak-hak mereka sudah kami penuhi, bahkan mendapat pesangon segala," tambah Adi meminta pengertian seklaigus menepis anggapan pegawai kampanye hanya menerima hasil yang sedikit. Adi kemudian menanggapi ancaman boikot yang akan dilakukan pekerja pada musim giling mendatang meminta agar pekerja tidak bertindak sembrono. "Karena bukanhanya pabrik saja yang rugi, namun juga petani tebu yang akan tenderita, tolong berpikir panjang ancaman itu," tegas Adi.
(wiq/)











































