Siarkan Liga Inggris Tanpa Izin, Pemilik Kafe Terancam Denda Rp 1 M

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 22:39 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa melakukan penindakan dugaan pelanggaran hak cipta siaran bola ilegal di empat lokasi berbeda secara serentak pada Minggu Malam (23/5/2021) waktu setempat.
Foto: Dok. DJKI
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa melakukan penindakan dugaan pelanggaran hak cipta siaran bola ilegal di empat lokasi berbeda secara serentak pada Minggu Malam (23/5) waktu setempat.

Menurut Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa DJKI Anom Wibowo, penindakan di empat kota ini berdasarkan laporan aduan dari PT Global Media Visual atau Mola TV atas dugaan pelanggaran hak cipta penayangan siaran bola Liga Inggris tanpa izin.

"Saya langsung perintahkan Subdit Penindakan untuk menindaklanjuti laporan tersebut," kata Anom dalam keterangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, tujuan penindakan ini selain memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus wujud komitmen DJKI memberikan pelindungan hukum kepada setiap pemegang Hak Kekayaan Intelektual.

Saat dilakukan penindakan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DJKI didampingi Korwas PPNS dari Bareskrim Polri berhasil menggeledah 2 (dua) tempat yaitu Kafe di kota Padang, Sumatera Barat dan Resto & Bar di kota Yogyakarta.

"Dari olah TKP di dua tempat tersebut, PPNS DJKI menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan pelanggaran tersebut," ucap Anom.

PPNS DJKI juga mengirimkan surat pemanggilan kepada Kafe Bier Haus di kota Pekanbaru, Riau dan Kafe Bintang Kopi di kota Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Kepala Subdit Penindakan dan Pemantauan DJKI Andrey Napitupulu, hal tersebut dilakukan karena 2 lokasi tersebut sedang tidak menayangkan siaran bola Liga Inggris. "Maka tim melakukan pemanggilan kepada para saksi, karyawan, penjaga kafe untuk dimintai keterangan," ujar Andrey.

Andrey mengatakan apabila terbukti bersalah, pemilik kafe yang menayangkan konten secara ilegal itu dapat dikenai Pasal 118 ayat (1) juncto Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

"Berdasarkan Undang-undang Hak Cipta, pemilik kafe dapat terancam hukuman pidana maksimal hingga 4 tahun penjara dan denda hingga Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)," ungkapnya.

Ditempat yang berbeda, Kepala Seksi Penerimaan Pengaduan DJKI sekaligus Ketua Tim Penindakan DJKI di Kota Padang, Jujun Zaenuri menjelaskan sebelum dilakukannya penindakan ini, PPNS DJKI telah melakukan pengawasan dan pemantauan serta penyelidikan untuk memastikan kebenaran aduan tersebut.

"Setelah menerima pengaduan dari pemegang hak siar maka kami melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi dan saksi ahli," tuturnya.

Selain itu, Kepala Seksi Pencegahan DJKI Cecep Sarip Hidayat berpendapat, seharusnya para pemilik kafe paham bahwa layanan berlangganan Mola TV tersebut terbatas untuk konsumsi pribadi, tidak untuk ditayangkan di tempat umum tanpa seizin Mola TV.

"Ditambah lagi tayangan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi kafe tersebut," pungkas Cecep.

(akd/ega)