Serangan Kubu Puan ke Ganjar: Kemajon, Keminter, Mblandhang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 13:40 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pati, Selasa (23/2/2021).
Ganjar Pranowo (Arif Syaefudin/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemajon hingga keminter. Usut punya usut, serangan itu imbas Ganjar yang dianggap berambisi menjadi calon presiden.

Kekesalan Bambang itu terungkap saat Ganjar tak diundang saat Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberikan arahan untuk kader dan kepala daerah se-Jateng dari PDIP. Bambang mengaku Ganjar memang sengaja tak diundang.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan bersikap sok pintar)," tegas Bambang di Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu (23/5/2021) malam.

Politikus yang akrab disapa Bambang Pacul itu menilai Ganjar terlalu berambisi maju di Pilpres 2024. Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media, termasuk soal aktivitasnya di YouTube.

"Wis tak kode sik, kok saya mblandhang. Ya tak rada atos (Sudah saya beri isyarat, kok malah semakin nekat. Ya saya sikapi agak keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," ujar dia.

Bambang pun mengingatkan Ganjar agar berjalan tegak lurus dengan arahan partai dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, tak elok jika Ganjar menunjukkan sinyalemen akan maju menjadi calon presiden, sedangkan saat ini masih ditugaskan sebagai Gubernur Jawa Tengah.

"Tugasnya adalah menjadi gubernur. Kalau sudah selesai gubernur, kemudian dia lapor kepada Ibu Ketua Umum. 'Ibu Ketua Umum boleh nggak saya nyalon presiden? Menjadi calon presiden? Kalau Bu Ketum mengatakan, 'Silakan Njar', maka tentu kasih kode saya dong. 'Ganjar itu mau nyalon presiden'," kata Bambang.

"Saya tanyakan kepada yang dekat sama Ibu, 'ini sudah dapat izin belum?' 'Ya belum, nggak ada izin itu'. 'Dia sudah minta izin Ibu belum?' 'Belumlah'. Lha belum og. Nek belum kan menyusahkan saya," imbuh Bambang.

Lebih lanjut, Ketua DPD PDIP Jateng itu mengatakan apa yang disampaikannya bukan sebuah teguran untuk Ganjar. Dia hanya mengingatkan agar rekan separtainya itu tak mbalelo terhadap partai, apalagi hanya dengan bermodalkan elektabilitas di media sosial.

"Kasih kode, kalau kamu atas dasar elektabilitas itu, mohon maaf lho Anda salah makan obat. Kenapa? Karena elektabilitas yang itu masih sifat wacana udara. Itu wacana udara. Saya ketua pemenangan pemilu paham dong. Itu penting, tetapi itu tidak satu-satunya. Itu wacana udara. Nah itu tak kasih kode, kamu salah makan obat, itu kode. Kita diskusikan. Tapi justru aku diserang," papar dia.

Lihat Video: Ada Apa Antara Ganjar, Puan, dan PDIP?

[Gambas:Video 20detik]



(mae/van)