Round-Up

Hilang Jabatan Kapolsek Candipuro Buntut Polsek Dibakar Warga

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 08:01 WIB
Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno (lima kanan) bersama Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto (enam Kanan) meninjau Maposek Candipuro yang dibakar oleh massa di Desa Titi Wangi, Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (19/5/2021). Aksi pembakaran Mapolsek Candipuro oleh massa yang terjadi pada Selasa (18/05/2021) malam diduga dipicu kekesalan warga atas maraknya kasus kriminal pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polsek tersebut yang tidak terungkap. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.
Foto: ANTARA FOTO/ARDIANSYAH
Bandar Lampung -

Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan dimutasi oleh Kapolda Lampung. Pencopotan AKP Ahmad tersebut imbas pembakaran Polsek Candipuro lantaran warga kecewa terhadap pelayanan polisi.

Warga merasa kejahatan semakin marak terjadi di daerah Lampung. Mulai dari pembunuhan hingga pembegalan. Banyak kasus-kasus kejahatan di wilayah Candipuro yang belum tuntas.

Dari surat telegram Kapolda Lampung yang ditandatangani oleh Karo SDM Polda Lampung Kombes Endang, disebutkan bahwa AKP Ahmad akan dimutasi ke posisi Kanit 1 Sinego Subditdalmas Ditsamapta Polda Lampung.

Sementara itu, penggantinya adalah Iptu Gunawan. Diketahui Iptu Gunawan merupakan mantan Paur Sunkum Subbidsunluhkum Polda Lampung.

"Dengan adanya rekomendasi tersebut, Kapolda Lampung mengganti Kapolsek Candipuro AKP Ahmad Hazuan kepada Iptu Gunawan," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (23/5/2021).

Kinerja Kapolsek Disorot

Pencopotan kapolsek rupanya bukan tanpa alasan. Setelah Polda Lampung mengaudit, kinerja kapolsek jauh dari standar dan kelayakan.

"Tim pengawas memberikan rekomendasi bahwa kapolsek kinerjanya belum sesuai key performance indicator, belum sesuai harapan masyarakat. Dalam konsep Polri Presisi diperlukan kemampuan kapolsek yang bisa menjadi pemimpin bagi organisasi ini dan bisa menggerakkan roda polsek sesuai fungsi preemtif, preventif, dan represif," lanjut Pandra.

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno (lima kanan) bersama Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto (enam Kanan) meninjau Maposek Candipuro yang dibakar oleh massa di Desa Titi Wangi, Candipuro, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (19/5/2021). Aksi pembakaran Mapolsek Candipuro oleh massa yang terjadi pada Selasa (18/05/2021) malam diduga dipicu kekesalan warga atas maraknya kasus kriminal pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polsek tersebut yang tidak terungkap. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.Foto: ANTARA FOTO/ARDIANSYAH

Selain itu, personel di Polsek Candipuro akan ditambah. Penambahan ini dimaksudkan agar Polsek Candipuro dapat bekerja maksimal dalam memberantas kejahatan.

"Dan untuk informasi saat ini sudah ditambah beberapa personel di Polsek Candipuro dalam rangka peningkatan performa kinerja untuk mengubah image Polsek Candipuro di masyarakat, selain itu untuk maksimalkan kinerja dalam penanganan COVID-19," tuturnya.

Simak video '14 Warga Diamankan Terkait Pembakaran Polsek Candipuro':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman berikutnya