Setuju RUU Pornoaksi, Golkar Tegur Kadernya
Selasa, 14 Mar 2006 04:58 WIB
Jakarta - Agar lagu menjadi merdu, tentunya harus satu nada, tak parau dan tak sumbang. Golkar Bali akan menegur kader yang bersuara parau dalam RUU Aksi Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Golkar Bali bertegas pada satu nada, menolak RUU ini. Partai Golkar Bali memanggil kadernya yang menjabat sebagai anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih yang memberikan penyataan yang bernada mendukung RUU APP. Padahal, Partai Golkar Bali sejak awal menolak RUU tersebut. Untuk mengklarifikasi hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Bali Cokorde Gde Budi Suryawan meminta penjelasan dari Sumarjaya di Sekretariat Partai Golkar Bali, jalan Surapati, Denpasar, Senin (13/03/2006). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pengurus Partai Golkar Bali. Dalam pertemuan tersebut, Partai Golkar Bali memberikan peringatan keras terhadap sikap Sumarjaya yang bernada mendukung RUU APP di media lokal di Bali. Suryawan mengatakan statemen Sumarjaya bertentangan dengan sikap masyarakat Bali yang menolak RUU APP. "Kami memerintahkan kepada yang bersangkutan untuk segera memohon maaf ke masyarakat Bali yang menolak RUU APP ini," tegasnya. Kepada wartawan, Sumarjaya membantah bahwa dirinya menyetujui RUU APP dan menegaskan bahwa sejak awal menolak RUU tersebut. Dia membeberkan bukti sikap penolakannya, dengan mengatakan, sempat mendampingi KNPI Bali menemui Pansus RUU APP di Senayan. "Besok saya diminta untuk menjembatani rombongan KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) untuk bertemu dengan Pansus RUU APP untuk menyampaikan aspirasi," tegasnya. Dalam pertemuan tersebut, Partai Golkar Bali mempertegas penolakan terhadap RUU APP. Sikap Partai Golkar Bali akan disampaikan ke DPP dan Ketua DPR RI Agung Laksono. Partai Golkar Bali pun akan menolak jika RUU tersebut diundangkan.
(wiq/)











































