Khawatir Flu Burung, Kampung-kampung di Semarang Disisir

Khawatir Flu Burung, Kampung-kampung di Semarang Disisir

- detikNews
Selasa, 14 Mar 2006 04:37 WIB
Semarang - Meski boleh dibilang cukup telat, Pemkot Semarang tergerak juga 'menyapu' virus flu burung secara menyeluruh. Mulai Senin (13/3/2006), mereka menyisir kampung-kampung untuk memvaksinasi unggas.Di Kampung Sekayu, sekitar 5 orang petugas Dinas Pertanian dan didampingi perangkat kelurahan setempat mengecek ke rumah-rumah. Begitu mengetahui ada unggas seperti ayam, puyuh, atau burung, mereka langsung memvaksinnya.Selain memvaksin dan menyemprot dengan disinfektan, petugas juga mendata jumlah unggas yang dimiliki tiap rumah. Meski agak mendadak, pemilik unggas dengan senang hati mempersilahkan. Bahkan beberapa di antaranya bersedia mengeluarkan burung-burung yang disimpan di dalam rumah.Di Kampung Sekayu, kasus flu burung belum pernah terjadi. Namun beberapa hari lalu, di RW 3 sempat ada unggas yang mati mendadak. "Tapi itu belum diteliti," kata Lurah Supriyanto.Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Totok Susanto menyatakan, vaksinasi dan penyemprotan merupakan program yang dilakukan secara kontinu dan menyeluruh. Menurut rencana, 16 kecamatan di Semarang akan mendapat perlakuan serupa."Kami menyiapkan 5 tim. Setiap tim akan bertugas di kampung dan kelurahan baik yang ada unggas yang mati atau tidak," katanya usai vaksinasi dan penyemprotan.Totok menjelaskan, untuk mengatasi flu burung, pemerintah memberikan vaksin dan disinfektan secara cuma-cuma dan berlebih. Berapa pun kebutuhan vaksin dan disinfektannya dipastikan dapat terpenuhi.Sekadar diketahui, sejumlah kawasan di Semarang sempat diduga terjangkiti virus flu burung. Bahkan satu anak asal Kecamatan Suruh, Kab. Semarang, yang mati 28 Februari lalu, dipastikan terjangkit flu burung berdasarkan hasil uji laboratorium WHO di Hongkong. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads