MUI Setuju Saran JK soal Kotak Amal untuk Palestina: Jangan Hanya Diplomasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 22:40 WIB
gedung MUI
Foto: MUI (Grandyos Zafna)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar Pemerintah Indonesia tidak sekedar menggunakan jalan diplomasi menanggapi persoalan konflik antara Israel dan Palestina. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Muhyiddin Junaidi pun mengaku setuju dengan salah satu saran dari Ketua DMI Jusuf Kalla (JK) soal menyumbangkan kotak amal untuk Palestina.

"Harusnya mengambil peran yang penting, kami yakin semua berharap Indonesia tidak hanya menggunakan jalan aktif engagement diplomacy," kata Muhyiddin dalam acara silaturahmi dan Halal Bi Halal Virtual DTN Persaudaraan Alumni 212, lewat akun YouTube FNN TV, Sabtu (22/10/2021).

Muhyiddin mengatakan Indonesia harus mampu seperti Turki. Menurutnya Indonesia harus mulai bersuara secara megaphone diplomacy dan silent diplomacy terkait konflik Israel dan Palestina.

"Kita harus mampu menggabungkan antara megaphone diplomasi dan silent diplomacy, kita sudah banyak berbuat, tapi di dunia internasional kita belum bisa bersaing dan bermain dengan cantik seperti yang dilakukan saudara-saudara kita di Turki," ucapnya.

Muhyiddin pun meminta agar Indonesia bisa mendorong para pemimpin negara-negara Islam untuk memainkan peran maksimal secara langsung. Menurutnya jika umat Islam kuat maka tidak akan dipermainkan oleh pihak lain.

"Saatnya Indonesia mendorong agar para pemimpin di negara tersebut untuk segera komunikasi dengan satu dan lainnya sehingga umat Islam yang jumlahnya hampir 2 M mampu memainkan peran maksimal, bukan hanya penonton tapi the real players. Kita yang harus memegang kendali dunia, arah dunia seharusnya berada di tangan umat Islam, bukan berada di tangan musuh-musuh Islam. Karena itu kalau kita kuat insyaallah kita tidak dipermainkan oleh siapapun di dunia ini," ujarnya.

Muhyiddin pun meminta agar masyarakat mulai mengambil peran terkait konflik antara Israel dan Palestina. Dia mengaku sepakat dengan saran Jusuf Kalla terkait mengirimkan sumbangan masjid-masjid di Indonesia untuk membantu Palestina mempertahankan diri.

"Karena itu saatnya kita tampil meyakinkan kepada dunia internasional dengan peran kita. Kami mendukung apa yang disampaikan oleh Mantan Wapres Jusuf Kalla tentang pentingnya bagi DKM-DKM agar mengirimkan 50 persen dari pendapatan kelopak mereka untuk bangsa Palestina, sehingga mereka bisa berjuang lebih yakin," jelasnya.

"Karena roket-roket yang mereka buat itu dengan harganya yang sangat murah dibanding dengan roket-roket yang dibuat di Amerika dan dibuat di Eropa dsb, hanya Rp 10 juta mereka bisa membuat roket, kalau dengan Rp 10 juta kita bisa kirimkan insyaallah mereka bisa mempertahankan diri mereka dari serangan dan kebiadaban zionis israel," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (JK) menyerukan agar setengah penghasilan kotak amal masjid disumbangkan untuk warga Palestina. Solidaritas ini diserukan untuk membantu warga Palestina yang banyak kehilangan tempat tinggal pascagempuran Israel beberapa waktu lalu.

"Jadi Pak JK lewat Dewan Masjid Indonesia menyerukan solidaritas Al-Qudus yang juga Gaza, yang mana warganya itu mengalami kehilangan tempat tinggal, kerusakan bangunan, dan perlu uluran tanganlah," kata Sekjen DMI Imam Addaruquthni kepada wartawan, Sabtu (22/5/2021).

Dia menjelaskan seruan ini muncul karena Al-Aqsa termasuk kiblat umat Islam. Tempat tersebut termasuk tempat suci bagi umat Islam.

"Al-Aqsa itu termasuk tempat suci umat Islam. Kiblat pertama umat Islam. Bagaimanapun, itu tempat suci," ujarnya.

Setengah Kotak Amal

DMI membuat rekening khusus untuk solidaritas ini. Masjid diserukan untuk menyisihkan setengah penghasilan kotak amal untuk solidaritas ini sekali saja. Hasil sumbangan itu nantinya akan langsung disalurkan langsung oleh JK ke Palestina.

"DMI membuat rekening khusus solidaritas Al-Qudus dan juga Gaza itu. Resminya hanya sekali saja. Setengah dari kotak amal diserukan untuk solidaritas. Bukan terus-menerus. Jadi nanti akan disalurkan sendiri oleh Pak JK ke Palestina. Bukan dititipkan sama yang nggak jelas," ungkapnya.

(maa/dwia)