PAN Bukan Lagi Partai Reformis
Senin, 13 Mar 2006 18:23 WIB
Jakarta - PAN tidak lagi partai yang reformis. Pendirinya, Amien Rais, dianggap semena-mena dalam mengendalikan partai. Pernyataan tersebut disampaikan musisi Franky Sahilatua terkait pemecatan yang dilakukan DPP PAN terhadap anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN Djoko Edhi Sutjipto Abdurrahman. Menurut Franky, pemecatan terhadap Djoko Edhi sangat tidak fair. Ia menilai apa yang dituduhkan pada Djoko Edhi yang pernah membaca puisi bersamanya itu tidak lebih dari fitnah."Fakta sudah berbalik. PAN dan Amien Rais tidak lagi reformis dan demokratis. Tuduhan kepada Djoko sumbernya tidak jelas, dan itu yang dijadikan Amien sebagai dasar menghukum kawan saya. Saya tarik dukungan saya. Everybody can change," papar Franky dalam jumpa pers di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/3/2006).Hukuman pemecatan yang diberikan kepada Djoko Edhi dalam pandangan Franky menandakan PAN telah melakukan politik tebang pilih terhadap kader-kadernya yang melanggar. Franky juga menghimbau agar Amien dalam mengendalikan partai tidak seperti komisasris yang mengendalikan perusahaan."Fenomena Raja Jawa kalau bisa dihilangkan dari diri Pak Amien," imbuh pria yang banyak menyanyikan lagu kritik sosial ini.Alasan Franky mendukung Djoko Edhi adalah karena dialah yang meminta Djoko menggantikannya tatkala Amien memintanya menjadi caleg dari PAN. "Saya hibahkan itu ke Djoko, dan saya tahu betul Djoko. Dia sampai jual 2 rumahnya, padahal dia bukan orang yang punya," demikian Franky.
(nvt/)











































