Round-Up

Ngabalin Pasang Badan Saat Amien Rais Wanti-wanti Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 06:00 WIB
Amien Rais mengumumkan partai barunya, Partai Ummat (Dok. Screenshot YouTube Amien Rais).
Foto: Amien Rais (Dok. Screenshot YouTube Amien Rais).
Jakarta -

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mewanti-wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin pun pasang badan membela Jokowi.

Wanti-wanti Amien Rais itu disampaikan dalam acara 'Merawat Reformasi' yang ditayangkan di akun YouTube-nya seperti dilihat, Jumat (21/5/2021). Amien Rais mengingatkan Jokowi agar tidak mengakhiri periode pemerintahannya dengan kurang elegan.

Amien Rais mulanya berbicara panjang lebar mengenai proses reformasi 23 tahun lalu. Dia kemudian membandingkannya dengan kondisi saat ini. Menurut Amien Rais, kondisi sekarang jauh lebih genting.

"Korupsi, kolusi, nepotisme yang sekarang ini menurut saya lebih gawat lagi. Korupsinya juga masih luar biasa, malah KPK dipreteli kemampuannya. Kemudian kolusi juga penguasa-penguasa itu sudah menjadi sangat kuat, bahkan pengusahanya itu mendikte penguasa. Bisnis mendikte politik. Nepotismenya juga nggak ketulungan. Anak Pak Jokowi jadi wali kota, tanpa ada resistensi, kemudian yang menantunya juga, luar biasa," kata Amien Rais.

Amien Rais menganggap kedaulatan politik dan ekonomi sekarang ini sudah tidak jelas. Bagi Amien Rais, saat ini ada semacam fenomena di mana kekuasaan politik dikendalikan oligarki ekonomi.

"Jadi sekarang saya enggak berlebihan kalau mengatakan bahwa kekuasaan politik itu sudah dipegang, digenggam oleh kekuatan bisnis dan kemudian politik menurut kemauan para businessman itu. Para oligarki yang sontoloyo itu. Jadi bagaimana mungkin Pak Lurah kemudian semua badan perwakilan rakyat yang namanya DPR, DPD, MPR tapi juga lembaga-lembaga tinggi yang lain, semua itu tanpa resistensi apapun itu akan dilakukan, ini bahaya sekali," tutur dia.

Amien Rais mengaku khawatir dengan kondisi sekarang yang disebut lebih gawat dibandingkan 23 tahun lalu. Pangkalnya adalah terkait oligarki ekonomi yang mendikte kekuasaan politik.

"Jadi saya ingat mengakhiri bahwa saya harus mengatakan sejujurnya karena saya waktu itu sudah cukup paham, ketika kita reformasi 23 tahun yang lalu itu, sekarang lebih paham lagi. Jadi belum pernah ada Indonesia ini, menurut saya, segawat seperti sekarang ini, karena apa? karena antara kekuasaan ekonomi dan politik itu sudah blended, integrated, di mana, jangan lupa oligarki ekonomi itu mendikte kekuatan politik," tutur Amien Rais.

Barulah Amien Rais menyampaikan pesan peringatan kepada Jokowi. Mantan Ketua MPR itu mewanti-wanti agar mengakhiri periode kepemimpinannya dengan baik.

"Jadi ini pesan saya kepada Pak Jokowi, mohon masih 3 tahun lagi, panjenengan, dipikir lebih dalam lagi gitu, karena kita melihat Pak Harto 32 tahun, akhirnya juga kemudian lengser, kemudian kan kita sebagai manusia kasihan. Bung Karno apalagi, pemimpin besar revolusi 9 tahun berkuasa kemudian juga kita tahu akhirnya seperti itu. Kemudian jangan sampai kemudian Pak Jokowi berakhir kurang elegan lah," kata Amien Rais.

Ngabalin pasang badan untuk Jokowi. Simak pernyataan Ngabalin di halaman berikutnya.

Simak video 'Amien Rais Ingatkan Jokowi: Jangan Sampai Berakhir Kurang Elegan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2