Peserta Aksi Berkalung Salib Sempat Ramaikan Demo Bela Palestina

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 19:34 WIB
Seorang pemuda berkalung salib ikut aksi bela Palestina di Kedubes AS, Jakarta Pusat.
Foto: Peserta aksi berkalung salib di demo bela Palestina (Thohirin/CNN Indonesia)
Jakarta -

Sejumlah massa melakukan demo aksi bela Palestina di Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk Indonesia, Jakarta Pusat (Jakpus). Seorang peserta aksi berkalung salib sempat meramaikan demo bela Palestina ini.

Massa melakukan unjuk rasa di depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, siang hingga sore tadi. Peserta aksi bela Palestina kemudian telah dibubarkan pihak kepolisian petang tadi.

Namun, ada peserta aksi beragama Nasrani yang ikut dalam bela Palestina ini, yakni Cristian (24). Cristian ikut aksi dengan membawa kertas karton yang bertuliskan 'You don't need to be muslim to stand up for Gaza. You just need to be a human'.

Peserta ini memakai pakaian serba hitam. Sebuah kalung salib pun dipakainya di tengah banyaknya massa aksi bela Palestina.

"(Saya) Nasrani. Kalau pribadi, saya sendiri memang concern sama isu hak asasi manusia. Menurut saya (konflik Israel-Palestina) ini bukan konflik agama, ini konflik kemanusiaan. Jadi buat saya ini panggilan sebagai manusia," ujar Cristian, dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (21/5/2021).

Menurutnya, konflik Israel dan Palestina merupakan masalah sejarah. Terkait adanya isu yang berhembus tentang Yahudi, Cristian mengaku sedikit kecewa.

"Bukan konflik agama sama sekali tapi kemanusiaan. Makanya agak sedikit kecewa juga mendengar ada yang jelek-jelekin Yahudi, dan lain-lain. Gimana pun juga nggak semua orang Yahudi, menurut saya bertindak demikian, gitu," tambahnya.

"Bukan Yahudi. Murni memang, apa ya, zioanisme, zionis state of Israel itu. Karena orang Yahudi di luar juga banyak yang nggak setuju (tentang konflik Israel-Palestina)," ucapnya.

Lanjutnya, Cristian ingin agar Palestina bisa merdeka sepenuhnya. "Tuntutan aksinya sih mungkin dekolonialisasi, ya. Karena Palestina berhak merdeka mungkin. Karena dirunut dari sejarahnya pun, itu memang tanah Arab sih," kata Cristian.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: