Kemenpora Harap Pembinaan Paskibraka Dilakukan Secara Humanis

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 17:45 WIB
Kemenpora
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Kemenpora RI berharap pola pembinaan calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) dibentuk lebih humanis dan manusiawi. Ini disampaikan oleh Asdep Bidang Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda, Kemenpora Ibnu Hasan dalam seleksi dan latihan gabungan Paskibraka tingkat Provinsi DKI Jakarta 2021.

"Yang paling utama pesan dari Pak Menteri (Menpora) bahwa pembinaan itu harus humanis, menyenangkan, mendapat perlakuan amat manusiawi, diperhatikan, makanan harus higienis, jam istirahat mereka harus diperhatikan hingga vitaminnya harus sesuai," ujar Ibnu dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Ia mengatakan pembinaan paskibraka tidak bisa dilakukan terlalu ketat, melainkan harus semanusiawi dan seramah mungkin. Menurutnya pembina harus menjadi pengganti orangtua, sebagai kakak, atau sahabat, bukan sekedar instruktur.

Dengan demikian maka jiwa paskibraka akan berkembang dengan wajar karena berlatih fisik amat ketat. Sehingga mereka harus gembira, hatinya harus tenang, jika tidak maka metabolisme peredaran darahnya tidak berjalan dengan baik dan bisa jatuh sakit.

"Jadi, mereka mendapatkan sebuah pola pendidikan yang mendasar. Tidak hanya cakap mengibarkan bendera, tetapi mereka dapat perlakuan yang baik. Sehingga jika mereka memimpin negeri ini juga akan memperlakukan rakyatnya dengan sebaik-baiknya perlakuan," lanjutnya.

Ia berharap pembinaan paskibraka mampu membangun kepribadian pemuda yang disiplin melalui para pelatih dan pendamping yang sabar, ramah, dan manusiawi. Ia juga berharap para pelatih, pembina, pendamping, psikolog, dan medis berlaku ramah sehingga mereka nyaman karena jauh dari orangtua dan harus benar-benar persuasif, ramah, sabar, mengedepankan diskusi sehingga lelahnya tak begitu terasa.

"Saya dipesan Bapak Menteri untuk bagaimana nanti setiap pembinaan Paskibraka ini benar-benar terbangun kepribadiannya dengan disiplin. Karena disiplin itu sudah menjadi permulaan sukses," jelasnya.

Konsep pembinaan ini masih dilakukan sama seperti sebelum ada pandemi COVID-19, namun saat ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti memakai masker dan face shield, jasa jarak, serta mencuci tangan. Ini berlaku untuk seluruh provinsi di Indonesia yang menggelar seleksi capaska 2021.

"Konsepnya masih normal. Tapi, nanti kita ikuti arahan dari Istana. Kita berharapnya pandemi segera berakhir, nanti akan ditinjau lagi perkembangannya oleh gugus tugas dan instansi terkait (BPIP, Kemendagri, Kemendiknas, Garnisun, PPI, psikolog, tim medis). Kita ikuti aturan dan prokes ketat," lanjut Ibnu.

Sebagai informasi, peserta seleksi dan latihan gabungan paskibraka DKI Jakarta berjumlah 81 orang. Terdiri dari 5 suku dinas kota administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu. 16 orang dari Jakarta Pusat, 12 orang dari Jakarta Utara, 16 orang dari Jakarta Barat, 13 orang dari Jakarta Selatan, 20 orang dari Jakarta Timur, dan 4 orang dari Kepulauan Seribu.

(akn/ega)